IInflasi Naik, BPS Tegaskan Ekonomi Ambon Sedang Bergerak

IInflasi Naik, BPS Tegaskan Ekonomi Ambon Sedang Bergerak
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon, Paulin Gasperz, saat memberikan keterangan kepada Wartatwan kamis 15/1/2026 foto Eva. M

Spektroom – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon, Paulin Gasperz, menegaskan bahwa kenaikan inflasi di Kota Ambon tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai tanda krisis ekonomi. Sebaliknya, kondisi tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari dinamika pertumbuhan ekonomi yang tengah berlangsung.

Penegasan itu disampaikan Gasperz kepada wartawan dalam rapat yang berlangsung di Command Center Pemerintah Kota Ambon, Kamis (15/1/2026).

Menurut Gasperz, baik secara teori maupun praktik, inflasi hampir selalu berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi. Ketika aktivitas ekonomi meningkat, permintaan terhadap barang dan jasa ikut naik sehingga mendorong kenaikan harga.

“Karena itu, inflasi tidak boleh dilihat semata-mata sebagai sesuatu yang negatif atau luar biasa,” ujarnya.

Ia mencontohkan sektor transportasi udara sebagai indikator yang mudah dibaca. Meningkatnya jumlah penumpang pesawat menuju Ambon menunjukkan bertambahnya arus kunjungan ke kota tersebut. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya peredaran uang, konsumsi masyarakat, serta daya beli warga.

“Itu pertanda ekonomi Kota Ambon sedang hidup,” kata Gasperz.

Dalam konteks tersebut, Gasperz menekankan pentingnya penyampaian informasi yang berimbang kepada publik. Menurutnya, kenaikan harga tidak boleh dipotret secara terpisah tanpa menjelaskan latar belakang dan faktor pendorongnya.

Data inflasi, lanjut dia, harus selalu disandingkan dengan indikator lain seperti pertumbuhan ekonomi, konsumsi rumah tangga, serta aktivitas sektor jasa agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh.

“Kalau hanya melihat angka inflasi tanpa konteks, yang muncul adalah kepanikan. Padahal, di balik kenaikan harga ada peningkatan aktivitas ekonomi yang juga perlu dipahami publik,” tegasnya.

Oleh karena itu, BPS bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan Pemerintah Kota Ambon akan memperkuat klarifikasi data agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak menyesatkan.

Dalam hal ini, Gasperz menilai peran Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi sangat krusial, tidak hanya menyampaikan angka statistik, tetapi juga membangun narasi yang menjelaskan kondisi ekonomi yang sedang terjadi serta langkah-langkah pemerintah.

Ia menyebut Kominfo perlu memiliki strategi komunikasi yang mampu menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga, melakukan intervensi pasar, serta mengendalikan stok barang, sembari tetap menjaga roda pertumbuhan ekonomi agar terus berjalan.

“Dengan pendekatan itu, masyarakat tidak hanya tahu inflasi terjadi, tetapi juga memahami mengapa hal itu terjadi dan bagaimana pemerintah bekerja untuk melindungi daya beli warga Kota Ambon,” jelasnya. (EM)

Berita terkait

Prabowo dan Rosan Bahas Percepatan Transformasi BUMN, Danantara Disiapkan Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Prabowo dan Rosan Bahas Percepatan Transformasi BUMN, Danantara Disiapkan Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta–Spektroom : Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengelola aset negara secara lebih efektif dan produktif guna menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Presiden dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadi Presiden di Kertanegara, Jakarta, Minggu (21/6/

Riswan Idris, Rafles
Kecamatan Barangin Kembangkan Program One Village One Product, Dorong Setiap Desa Miliki Produk Unggulan

Kecamatan Barangin Kembangkan Program One Village One Product, Dorong Setiap Desa Miliki Produk Unggulan

Sawahlunto–Spektroom : Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, mulai mengimplementasikan program One Village One Product (OVOP) sebagai strategi penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa dan kelurahan. Program tersebut mendorong setiap desa dan kelurahan untuk mengembangkan satu produk unggulan yang sesuai dengan karakteristik wilayah, sumber daya alam, serta kemampuan masyarakat setempat. Camat Barangin,

Riswan Idris, Rafles