Trending

Ikuti Rapat Penilaian Kepala Daerah, Marindo Sebut Pemprov Lampung Komitmen Turunkan Tingkat Pengangguran

Ikuti Rapat Penilaian Kepala Daerah, Marindo Sebut Pemprov Lampung Komitmen Turunkan Tingkat Pengangguran
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Mengikuti rapat penilaian kepala daerah. (Foto Biro Adpim Lampung).

Bandarlampung - Spektroom : Provinsi Lampung memiliki komposisi usia produktif (15–64 tahun) sebesar 69,24 persen dari total penduduk. Kondisi ini menjadi potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang relatif belum optimal, Upah Minimum Provinsi yang masih tergolong rendah, serta struktur ekonomi yang masih didominasi sektor pertanian dengan produktivitas yang belum maksimal.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan pada rapat penilaian kepala daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan mengikutunya secara virtual dari Ruang Kerja Sekda, Kantor Gubernur Lampung, di Bandarlampung Rabu (1/4/2026).

Rapat tersebut dalam rangka apresiasi kinerja pemerintah daerah pada dimensi penurunan tingkat pengangguran.

Menurut Marindo, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menurunkan tingkat pengangguran melalui pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, antara lain melalui perluasan kesempatan kerja, sinergi dengan program pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), serta berbagai program lintas sektor lainnya.

Data menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Lampung pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,21 persen. Berdasarkan tingkat pendidikan, pengangguran masih didominasi oleh lulusan SMA dan SMK, yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.

"Dari sisi struktur ketenagakerjaan, sektor informal masih mendominasi dengan proporsi sebesar 64,72 persen. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan penciptaan lapangan kerja formal" ujar Marindo dalam paparannya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, terus dia, Pemerintah Provinsi Lampung mengarahkan strategi pembangunan ketenagakerjaan melalui berbagai insentif, stimulus, serta kebijakan yang terintegrasi.

Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja dilakukan melalui pelatihan vokasi bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), khususnya bagi masyarakat pada desil 1 dan 2, serta pelatihan kewirausahaan dan manajemen untuk mendorong kemandirian ekonomi. Selain itu, pelatihan standardisasi produk juga diberikan guna meningkatkan daya saing usaha.

Pemerintah juga memperkuat akses informasi pasar kerja melalui aplikasi SiGajah, serta memberikan perhatian kepada kelompok rentan melalui program pemberdayaan dan layanan bagi penyandang disabilitas.

"Di sisi lain, dilakukan sosialisasi pembatasan pengiriman pekerja migran perempuan non-skill sebagai upaya peningkatan perlindungan tenaga kerja." tutup dia.(@Ng).

Berita terkait

Pemberdayaan Perempuan Penting Dalam Keberhasilan KDKMP

Pemberdayaan Perempuan Penting Dalam Keberhasilan KDKMP

Banjarnegara - Spektroom : Pemberdayaan perempuan secara ekonomi penting untuk mendukung keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sekaligus sebagai strategi pengentasan kemiskinan ekstrem.  Hal tersebut disampaikan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi Sita Ferry Juliantono pada kegiatan penguatan kapasitas SDM Pengurus KDKMP untuk mendorong Akses  Permodalan KDKMP di Banjarnegara, Selasa

Nurana Diah Dhayanti
Fairid Naparin: Keterbukaan Informasi Harus Dirasakan Langsung Masyarakat

Fairid Naparin: Keterbukaan Informasi Harus Dirasakan Langsung Masyarakat

Palangka Raya-Spektroom: Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan keterbukaan informasi publik tidak cukup sebatas menyediakan dokumen dan kanal informasi pemerintah. Masyarakat harus memperoleh akses yang mudah, pelayanan yang jelas, serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Penegasan itu disampaikan Fairid saat mempresentasikan pelaksanaan keterbukaan informasi publik dalam Monitoring dan Evaluasi

Polin, Buang Supeno