Ikuti Selera Gen Z, UMKM Batik dan Lurik di Solo Dituntut Lebih Kreatif

Ikuti Selera Gen Z, UMKM Batik dan Lurik di Solo Dituntut Lebih Kreatif
Pelaku UMKM batik, lurik dan tenun menata baju-baju di arena Solo Art Market, di kawasan Ngarsopuro Solo. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Produk fesyen batik, lurik, dan tenun kini semakin diminati kalangan anak muda, termasuk generasi Z. Di arena Solo Art Market, berbagai model baju outer dengan sentuhan etnik modern menjadi tren baru yang menarik perhatian pengunjung.

Outer berbahan batik, lurik, maupun tenun yang ditawarkan pelaku UMKM tampil dengan desain kekinian, bahan ringan, serta nyaman dikenakan. Perpaduan gaya tradisional dan modern ini cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak muda yang ingin tampil berbeda.

Salah satu pelaku UMKM sekaligus marketer produk batik, lurik, dan tenun di Solo, Jinan, mengungkapkan bahwa selama ini kain tradisional kerap dianggap kuno dan identik dengan busana kalangan orang tua. Namun, dengan inovasi desain dan pemilihan warna yang tepat, produk tersebut justru mampu menarik minat generasi muda.

“Model outer dengan gaya kasual dan sentuhan tradisional ini menjadi best seller dalam arena Solo Art Market. Dan ternyata banyak diminati anak muda, termasuk Gen Z,” ujar Jinan kepada Spektroom, Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan, berbagai model outer yang dipasarkan di arena Solo Art Market di kawasan Ngarsopuro Solo itu cukup beragam, mulai dari crop outer, blazer batik atau lurik, long cardigan, rompi (vest) tenun, hingga outer kimono. Model-model ini dirancang fleksibel dan mudah dipadupadankan dengan kaos polos, celana jeans, kulot, maupun dress.

“Anak muda sekarang cenderung menyukai gaya yang simpel, praktis, dan tetap stylish untuk OOTD. Misalnya crop outer yang memberikan kesan chic, kasual, dan modern,” jelasnya.

Selain crop outer, model lain yang juga diminati adalah vest atau rompi panjang berbahan tenun dan lurik, long cardi, serta blazer kombinasi batik dengan kain polos. Desain ini tidak hanya cocok untuk acara santai, tetapi juga bisa digunakan dalam suasana formal.

Menurut Jinan, outer dengan potongan panjang juga banyak diminati karena bersifat hijab friendly, namun tetap cocok digunakan oleh semua kalangan. Perpaduan motif batik dengan lurik atau tenun polos dinilai mampu menciptakan tampilan kontemporer yang unik dan berkarakter.

Sebagai pelaku UMKM batik, lurik dan tenun, Ia pun juga harus banyak belajar dan mencermati tren fesyen bahkan harus jeli melihat selera pasar agar produk tradisional tetap relevan di tengah persaingan industri fesyen.

“Pelaku UMKM harus kreatif dan adaptif mengikuti tren. Di Solo Art Market ini juga banyak wisatawan, jadi kami berusaha menjaga kualitas dengan harga yang tetap terjangkau agar mereka puas dan kembali lagi,” pungkasnya. (Ciptati Handayani)

Berita terkait

Underpass Bitung Dibangun Untuk Atasi Kemacetan di Jalur Pantura Serang–Tangerang

Underpass Bitung Dibangun Untuk Atasi Kemacetan di Jalur Pantura Serang–Tangerang

Jakarta –Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyelesaikan pembangunan Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, sebagai upaya meningkatkan kelancaran lalu lintas pada jalur Pantura Serang–Tangerang yang selama ini menjadi salah satu titik perlambatan kendaraan di kawasan tersebut. Kehadiran Underpass Bitung diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi

Nurana Diah Dhayanti
Polri dan Bank Indonesia Musnahkan 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu, Perkuat Sinergi Jaga Kedaulatan Rupiah

Polri dan Bank Indonesia Musnahkan 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu, Perkuat Sinergi Jaga Kedaulatan Rupiah

Jakarta-Spektroom: Bareskrim Polri bersama Bank Indonesia dan unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) melaksanakan konferensi pers dan seremonial pemusnahan uang rupiah palsu di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Dalam keterangannya, Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin menegaskan bahwa kegiatan pemusnahan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama

Eva Moenandar, Rafles