Perkuat Ekonomi Rakyat, Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

Perkuat Ekonomi Rakyat, Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa
Menteri Komdigi Meutya Hafid, saat meninjau Koperasi Al Ittifaq di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto: InfoPublik)

Bandung-Spektroom : Pemerintah mempercepat digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa.

Ada tiga fokus utama yang didorong yakni, meningkatkan efisiensi usaha, mengintegrasikan rantai pasok, dan memperluas akses pasar bagi koperasi serta pelaku usaha lokal.

Penegasan ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, saat meninjau Koperasi Al Ittifaq di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi langkah nyata untuk memperbaiki cara koperasi bekerja.

“Digitalisasi harus berdampak langsung, lebih efisien, pasar makin luas, dan usaha koperasi makin kuat,” ujarnya.

Koperasi Al Ittifaq dinilai sebagai contoh praktik baik yang berhasil mengintegrasikan usaha dari hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga distribusi.

Sistem digital yang digunakan membantu perencanaan produksi lebih akurat, menjaga kualitas produk, hingga mempercepat distribusi ke pasar.

Model ini juga membuat pasokan lebih terjaga dan meningkatkan kepercayaan mitra usaha.

Pemerintah mendorong praktik seperti ini direplikasi di berbagai daerah. Dengan sistem manajemen berbasis digital, koperasi dapat mengelola produksi, stok, hingga distribusi secara lebih tertata dan terukur, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain itu, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian. Pemanfaatan limbah produksi sebagai pakan ternak, serta penguatan rantai pasok lokal, terbukti mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan nilai tambah. Pendekatan ini dinilai dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Untuk mempercepat implementasi, pemerintah mendorong kolaborasi antara koperasi yang sudah maju dengan KDMP di berbagai daerah. Kolaborasi ini penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan memperkuat kelembagaan koperasi.

Peran generasi muda juga dinilai krusial. Pelajar, khususnya dari sekolah menengah kejuruan, diharapkan ikut terlibat dalam digitalisasi koperasi, mulai dari pengelolaan teknologi hingga inovasi model bisnis.

“Strateginya adalah memperluas praktik baik yang sudah terbukti. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi yang tangguh,” kata Meutya.

Di tengah dinamika global yang memengaruhi stabilitas ekonomi dan pangan, penguatan koperasi berbasis digital menjadi langkah strategis. Transformasi ini diharapkan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Melalui digitalisasi KDMP, pemerintah menargetkan terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang inklusif, efisien, dan berdaya saing, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi rakyat secara berkelanjutan.

Berita terkait

Literasi Digital Diperkuat, Pelajar Teladan Penggunaan Teknologi

Literasi Digital Diperkuat, Pelajar Teladan Penggunaan Teknologi

Bandung-Spektroom : Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara selektif, khususnya dalam mendukung kegiatan produktif di lingkungan pesantren dan sektor pertanian. Hal tersebut disampaikan Menkomdigi dalam Forum Diskusi "Digitalisasi Koperasi untuk Kesejahteraan Petani dan Perkuatan Ketahanan Pangan Nasional" di Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq

Diah Utami, Rafles