Implementasi Nilai Pancasila Butuh Keteladanan Para Pemimpin

Implementasi Nilai Pancasila Butuh Keteladanan Para Pemimpin
Retno Dwi Irianto, Dosen Pancasila prodi S1.Agribisnis PSDKU Undip Kampus Batang, di salah satu potcast. (Foto: doc HK/Sigit)

Batang-Spektroom: Momentum sejarah kelahiran Pancadila diperingati oleh bangsa Indonesia setiap tanggal 1 Juni.

Didalam sila-silanya terkandung harapan para pendiri negeri ini akan mampu mengantarkan mewujudkan kemakmuran masyarakat Indonesia.

Namun, Retno Dwi Irianto, selaku Dosen Pancasila prodi S1.Agribisnis PSDKU Undip Kampus Batang memandang, di masa kini, masih kurang dalam mengimplementasikan ideologi Pancasila.

Bung Karno Presiden RI Pertama, sebagai salah satu penggali nilai-nilai dasar Pancasila, dalam pidato politiknya, 1 Juni 1945 , menyebut nama Pancasila sebagai ideologi Negara pemersatu Bangsa.

"Pancasila digali dari kristalisasi nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia yang telah ada dan tertanam dalam setiap jiwa anak bangsa, sejak ratusan tahun silam. Substansi nilai-nilai dasarnya mencakup Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi dan Keadilan," bebernya di kediamannya, Pasekaran, Kabupaten Batang, Minggu 31 Mei 2026.

Seluruhnya tertuang ke dalam sila-sila Pancasila yang tercantum pada alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945 , yang sering diucapkan dalam berbagai event upacara di setiap lembaga pendidikan , pemerintah dan lainya.

Kini memasuki 82 tahun Indonesia merdeka tahun 2026 , sering dipertanyakan seberapa kemampuan bangsa ini mengimplementasikan nilai nilai tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, ada 4 tantangan besar yang dihadapi saat ini dalam mengimplementasikan ideologi Pancasila bagi bangsa ini. Yaitu minimnya keteladanan pemimpin, lemahnya integritas dalam penegakan hukum dan aturan serta disharmonisasi regulasi atau tumpang tindihnya beberapa peraturan perundang undangan.

"Untuk membenahi permasalahan tersebut kiranya perlu dilaksanakan beberapa hal antara lain internalisasi pendidikan berbasis Pancasila ,pelaksanaan reformasi hukum dan penegakan hukum yang tegas. Serta perlunya pendekatan budaya serta teknologi informasi secara bijak," tegasnya.

Hal ini demi mendorong partisipasi masyarakat dan media secara bijak dalam pengawasan publik selain keteladanan para pemimpin Bangsa secara konsisten dan berkelanjutan.

Berita terkait

Menteri PU Usulkan Anggaran Untuk Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berjalan Optimal

Menteri PU Usulkan Anggaran Untuk Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berjalan Optimal

Jakarta –Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengusulkan kebutuhan anggaran sebesar Rp219,81 triliun untuk Tahun Anggaran 2027 guna memastikan pembangunan dan layanan infrastruktur dasar bagi masyarakat tetap berjalan optimal. Dari kebutuhan tersebut, pagu indikatif yang ditetapkan pemerintah mencapai Rp98,47 triliun. “Anggaran Kementerian PU harus diwujudkan menjadi layanan kepada masyarakat

Nurana Diah Dhayanti
Murid MAN 1 Pekanbaru Wakili Indonesia pada Olimpiade Geografi Dunia di Turki

Murid MAN 1 Pekanbaru Wakili Indonesia pada Olimpiade Geografi Dunia di Turki

Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan madrasah. Rafif Adinata Ramadhan, murid MAN 1 Pekanbaru, resmi terpilih sebagai delegasi Indonesia untuk mengikuti International Geography Olympiad (iGeo) 2026 yang akan digelar di Istanbul, Turki. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi madrasah, Provinsi Riau, sekaligus Indonesia karena menunjukkan kemampuan peserta didik madrasah bersaing

Polin
Kunjungan WOSM, Ke Kwarnas Gerakan Pramuka,Momentum Untuk Perkuat Hubungan Dua Organisasi

Kunjungan WOSM, Ke Kwarnas Gerakan Pramuka,Momentum Untuk Perkuat Hubungan Dua Organisasi

Jakarta-Spektroom:Kwarnas Gerakan Pramuka menerima kunjungan delegasi Word Organization of the Scout Movement (WOSM) organisasi kepanduan non-pemerintah global yang menaungi Gerakan Pramuka di seluruh dunia. Bermarkas di Jenewa, Swiss, dalam agenda courtesy call yang berlangsung d taman rekreasi wiladatika cibuburi Ruang Sudirman Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dan dukungan

Asmari, Anggoro AP
Polda Kalbar Awasi Ketat Harga Sawit, PKS yang Tak Patuhi Ketentuan TBS Jadi Sorotan

Polda Kalbar Awasi Ketat Harga Sawit, PKS yang Tak Patuhi Ketentuan TBS Jadi Sorotan

Pontianak - Spektroom : Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat mulai memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di seluruh wilayah Kalbar. Langkah ini dilakukan menyusul masih ditemukan sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) membeli di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah. Pengawasan tersebut menjadi fokus

Apolonius Welly, Anggoro AP