Indeks Daya Saing Tinggi, Jateng Dominasi Peta Daerah Termaju 2025

Indeks Daya Saing Tinggi, Jateng Dominasi Peta Daerah Termaju 2025
Berdasarkan IDSD 2025 oleh BRIN, mayoritas kabupaten dan kota di Jateng masuk kategori daerah paling maju di Indonesia. (Foto: Sigit)

Semarang-Spektroom: Provinsi Jawa Tengah kembali mencuri perhatian di tingkat nasional.

Berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mayoritas kabupaten dan kota di Jateng masuk kategori daerah paling maju di Indonesia.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jateng, Mohamad Arief Irwanto menyebutkan, capaian ini menunjukkan daya saing Jateng berada di atas rata-rata nasional.

Secara nasional, indeks daya saing berada di angka 3,50, sementara Provinsi Jateng sudah menembus angka 3,87.

“Mayoritas kabupaten/ kota di Jawa Tengah nilainya di atas nasional. Bahkan beberapa kota hampir menyentuh angka 4,” kata Arief di Semarang, Sabtu (11/4/2026).

Sejumlah daerah yang masuk kategori kota paling maju di Indonesia, antara lain Surakarta dengan skor 4,43, disusul Semarang (4,37), serta Magelang (4,29).

Tak hanya kota, sejumlah kabupaten juga mencatatkan performa tinggi. Di antaranya Kabupaten Semarang (4,03), Klaten (3,86), hingga Karanganyar dan Jepara yang skornya sama 3,85.

Arief menjelaskan, pengukuran IDSD dilakukan melalui 12 pilar. Komponen tersebut meliputi institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta stabilitas ekonomi makro.

Selanjutnya, kesehatan dan keterampilan, pasar produk, pasar tenaga kerja, dan sistem keuangan. Ada juga komponen ukuran pasar, dinamisme bisnis, dan kapabilitas inovasi.

“Kalau yang paling berpengaruh menurut saya adalah pasar dan tenaga kerja. Jawa Tengah unggul karena penyerapan tenaga kerja tinggi, dan angka pengangguran relatif rendah,” jelasnya.

Dibandingkan dengan daerah lain se Jawa-Bali, Jawa Tengah tercatat memiliki keunggulan dalam komponen lingkungan pendukung dan ekosistem inovasi.

Jawa Tengah juga memiliki keunggulan pada pilar institusi, ukuran pasar dan kapabilitas inovasi.

Arief menambahkan, berkembangnya kawasan industri di sejumlah wilayah yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen ini, turut mendorong peningkatan daya saing daerah.

Selain membuka lapangan kerja, kawasan industri juga memperluas pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan capaian tersebut, Jateng dinilai masih sangat berpotensi untuk terus menjadi salah satu daerah dengan daya saing terbaik di Indonesia.

“Potensinya masih sangat besar untuk terus berkembang, dan menjadi yang terbaik,” pungkasnya.

Berita terkait

Pemkab Tanah Datar Gelar Forum  Kemitraan Kesehatan, Perkuat Komitmen Pelayanan Bagi Masyarakat

Pemkab Tanah Datar Gelar Forum Kemitraan Kesehatan, Perkuat Komitmen Pelayanan Bagi Masyarakat

Tanah Datar-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya melalui pelaksanaan Rapat Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dan Pemangku Kepentingan Tingkat Kabupaten Tanah Datar Semester I Tahun 2026 yang digelar di Emersia Hotel Batusangkar, Kamis (18/6/2026). Kegiatan

Rafles
Presiden Prabowo Tegaskan Himbara sebagai Motor Ekonomi Nasional dengan Kapitalisasi Rp1.100 Triliun

Presiden Prabowo Tegaskan Himbara sebagai Motor Ekonomi Nasional dengan Kapitalisasi Rp1.100 Triliun

Jakarta-Spektroom : Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama jajaran komisaris dan direksi Himpunan Bank Negara (Himbara) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/06/2026). Dalam pertemuan tersebut Kepala Negara menegaskan peran strategis bank Himbara bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam keterangannya usai pertemuan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO

Rafles
Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Kesiapan Cadangan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Nasional

Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Kesiapan Cadangan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Nasional

Jakarta-Spektroom : Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Pemanggilan Mentan oleh Presiden itu untuk memastikan ketersediaan stok pangan nasional serta kesiapan infrastruktur pertanian dalam menghadapi potensi dampak fenomena iklim El Nino Godzilla. Dalam keterangannya usai pertemuan, Mentan menjelaskan bahwa

Rafles