Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Padang Tertinggi diantara Kabupaten/Kota di Sumbar

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Padang Tertinggi diantara Kabupaten/Kota di Sumbar
Salah satu sudut Kota Padang. (Foto: Diskominfo Kota Padang)

Spektroom - Kota Padang lagi-lagi mencatatkan dirinya sebagai kota dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Sumatera Barat. Angka IPM ibu kota provinsi itu jauh di atas daerah lain.

"Alhamdulillah, IPM kita terus meningkat dan teratas dibanding Kabupaten/Kota lain di Sumbar,' ujar Wali Kota Padang, Fadly Amran, Senin (10/11/2025).

IPM merupakan indikator untuk mengukur kualitas hidup masyarakat suatu wilayah berdasarkan tiga dimensi dasar. Seperti umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.

IPM memberikan gambaran komprehensif tentang pencapaian pembangunan manusia di suatu daerah, di mana semakin tinggi nilai IPM, semakin baik pencapaiannya.

Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang, Dessi Febriyanti saat dikonfirmasi Diskominfo Padang menjelaskan, pihaknya mencatat, IPM Kota Padang berada di angka 84,93 (November 2025). Angka ini naik dibanding tahun 2024 (84,38).

"Kota Padang sudah empat tahun belakangan ini mencatatkan IPM tertinggi di Sumbar," jelasnya.

Terus menanjaknya IPM di Padang selama kurun waktu empat tahun belakangan menandakan kota ini telah memenuhi tiga dimensi dasar. Yakni tingkat kesehatan, pendidikan dan ekonomi masyarakat yang terus membaik.

"Tentunya ini membuktikan kalau pembangunan manusia di Padang terus bergerak ke arah yang lebih baik," ungkap Dessi.

Disebut Dessi, sebenarnya Kota Padang memang pantas menjadi kota tertinggi IPM dibanding daerah lain. Status sebagai ibukota provinsi membuat daerah ini memiliki fasilitas yang lengkap. Seperti rumah sakit yang banyak, sekolah lengkap, serta perputaran ekonomi yang terus bergerak kencang.

"Ini tentunya normal saja terjadi di ibukota provinsi," jelasnya.

Dessi berharap, IPM Kota Padang tidak turun di tahun depan. Menurutnya ada satu dimensi yang harus menjadi perhatian lebih agar IPM tidak turun. Seperti angka perekonomian yang harus tetap terjaga.

"Ketiga dimensi itu saling keterkaitan sebenarnya, dan ketiganya harus terjaga agar IPM tetap membaik setiap waktunya," ujar Kepala BPS Padang itu.

Peningkatan IPM tidak hanya mencerminkan keberhasilan pembangunan suatu daerah, tetapi juga menjadi indikator penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, ketika masyarakat Indonesia diharapkan hidup lebih sehat, cerdas, dan sejahtera. (RRE/Charlie)

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс