Indonesia dan Singapura Mulai Melaksanakan Proyek Kerjasama Pembangunan Infranstruktur Kabel Bawah Laut NCC
Tanjungpinang-Spektroom : Pembangunan kabel bawah laut sepanjang 50 kilometer yang menghubungkan Nongsa Digital Park Batam, dengan Changi, Singapura, dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia sekaligus mendukung transformasi digital nasional.
Kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) dirancang dengan kapasitas 24 pasang serat optik (fiber pairs) yang mampu melayani kebutuhan lalu lintas data antarpusat data (data center to data center) yang terus meningkat seiring pesatnya perkembangan layanan cloud computing dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Asia Tenggara.
Ceremony tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perokonomian, Wakil Perdana Menteri Singapura, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Jajaran PT Telkom, Mitra terkait, Kapolda Kepri, serta para pemangku kepentingan Kepri.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi dimulainya pembangunan infrastruktur kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) Selasa (21/7/2026) yang ditandai dengan kegiatan Landing Ceremony di Nongsa Point Marina Resort, Kota Batam.
Wagub Nyanyang mengatakan proyek strategis hasil kolaborasi Telin, anak perusahaan PT Telkom Indonesia, bersama BW Digital tersebut merupakan bagian dari pembangunan “jalan tol informasi” yang menghubungkan potensi digital Indonesia dengan pusat teknologi dunia melalui Singapura dan Kepulauan Riau.
“Infrastruktur ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas internasional Indonesia. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan kapasitas jaringan, tetapi juga memperkokoh posisi Batam sebagai gerbang digital Indonesia di kawasan Asia Tenggara,” ujar Nyanyang.

Menurut Nyanyang, keberadaan infrastruktur digital tersebut sangat relevan dengan posisi strategis Provinsi Kepulauan Riau yang sekitar 98 persen wilayahnya merupakan lautan dan berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, salah satu chokepoint maritim tersibuk di dunia.
“Posisi geografis Kepri memberikan nilai geopolitik dan geoekonomi yang sangat besar. Karena itu, pembangunan infrastruktur digital seperti ini menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus mendukung kedaulatan digital bangsa,” katanya.

Wagub menambahkan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berkomitmen mengubah berbagai tantangan wilayah kepulauan, seperti konektivitas, pemerataan infrastruktur, dan keamanan kawasan perbatasan, menjadi peluang melalui kolaborasi dan inovasi di bidang digital.
“Hari ini menjadi momentum bersejarah. Infrastruktur kabel bawah laut NCC diyakini akan menghadirkan koneksi internet yang lebih cepat, lebih stabil, dan lebih andal. Ini akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekonomi digital, pusat data, hingga investasi teknologi di Indonesia,” ungkapnya.
Nyanyang juga menilai kerja sama antara Indonesia dan Singapura melalui proyek NCC membuktikan bahwa kawasan perbatasan bukan sekadar batas negara, melainkan ruang kolaborasi yang mampu mendorong pertumbuhan bersama.
“Kami optimistis keberadaan infrastruktur NCC akan memberikan dampak ekonomi yang nyata melalui percepatan ekosistem digital di Kepulauan Riau serta memperkuat posisi Batam sebagai salah satu hub digital utama di kawasan regional,” tutupnya.