Trending

Inflasi Tahun 2025, Tidak Hanya Dipicu Kenaikan Harga Barang dan Jasa, Namun Juga Oleh Bencana Hidrometeorologi di Sumatera

Inflasi Tahun 2025, Tidak Hanya Dipicu Kenaikan Harga Barang dan Jasa, Namun Juga Oleh Bencana Hidrometeorologi di Sumatera
Foto Capture YouTube Kemendagri

Spektroom - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung, dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Ekubang Bani Ispriyanto mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, yang dirangkai dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara Virtual Meeting, dari Ruang Command Center Lantai II Diskominfotik Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Senin (12/1/2026), diikuti pula oleh anggota Forkopimda sejumlah Kepala Dinas dan Badan terkait.

Sementara Rakor TPID itu sendiri berlangsung di Sasana Bhakti Praja Kemendagri Jakarta Pusat, dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir.

Dalam arahannya Tomsi Tohir mengingatkan Inflasi tahun ke tahun dan inflasi tahun kalender. Inflasi tahun ke tahun, Desember 2025, dibandingkan dengan Desember 2024.

"Secara year to date, angka Inflasi kita 2,92 persen, sementara Bappenas telah menetapkan untuk angka inflasi yang ideal adalah 2,5 persen, dengan toleransi 1 persen, atau 1,5." urai Tomsi Tohir.

Tomsi Tohir juga minta semua kepada TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota diluar daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara Sumatra Barat, untuk mengevaluasi mengapa Inflasinya tinggi.

"Saya minta untuk semua teman-teman pemerintah daerah, mulai dari provinsi sampai dengan kabupaten dan Kota melakukan evaluasi. Adapun Provinsi yang mengalami Inflasi tinggi adalah Jambi, Kalimantan Selatan, Maluku, Kepri dan Sulteng, Papua Tengah, Papua Pegunungan serta Kalteng, DIY, NTB, Papua Selatan, dan Jatim.

Sementara diforum yang sama Direktur Statistik Harga BPS, Windhiarso Ponco Adi menerangkan, terkait dengan inflasi Year on Date, maupun inflasi bulan Desember 2025, tidak saja dipicu oleh harga-harga barang dan jasa di dalam negeri, namun juga perkembangan harga di global.

"Hal itu bisa dilihat pada perkembangan harga emas di pasar internasional, kemudian harga minyak mentah dunia yang mempengaruhi harga BBM, khususnya harga BBM non-subsidi" ujar Windhiarso menerangkan.

Sedangkan beberapa regulasi di dalam negeri, seperti penetapan harga jual nasional tembakau, ini juga mempengaruhi inflasi khususnya rokok.

Meskipun juga ada beberapa kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah, misalkan terkait dengan program diskon tiket transportasi di dalam masa libur natal tahun baru 2025.

Foto Capture YouTube Kemendagri

Selanjutnya, curah hujan sepanjang tahun 2025 ditambah dengan bencana hidrometeorologi di tiga provinsi, , juga mempengaruhi inflasi selama tahun 2025.

audio-thumbnail
Voice Windiarso BPS
0:00
/70.082063

Menurut catatan BPS dari hasil pengamatan selama tahun 2025 maupun di bulan Desember, inflasi tertinggi di bulan Desember terjadi di Provinsi Aceh, Papua, Sumatera Utara, dan Papua Barat, sementara yang terendah ada di Provinsi Maluku Utara, sebarangnya seperti ini.

"Inflasi selama bulan Desember, di mana di Pulau Sumatera inflasi tertinggi terjadi di kota Gunung Sitoli, dilanjutkan dengan Aceh Tengah dan Kabupaten Aceh Tamiang. Ini adalah tiga daerah yang terdampak bencana." rincinya lagi.

Secara umum, inflasi pada komoditas pangan mempengaruhi inflasi tinggi di tiga provinsi tersebut. Baik di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat.(@Ng).

Berita terkait

Raja Negeri Rutong Siapkan Penguatan Peran PKK 2027–2030

Raja Negeri Rutong Siapkan Penguatan Peran PKK 2027–2030

Ambin-Spektroom: Pemerintah Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, menyiapkan penguatan peran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mulai 2027 hingga 2030. Program tersebut difokuskan pada ketahanan rumah tangga, pengasuhan anak, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Rencana itu disampaikan Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, seusai pembukaan Penilaian Lomba Desa Pelaksana

Eva Moenandar, Buang Supeno
Prof. Aan Eko Widiarto: Penyadapan Presiden Bukan Sekadar Pelanggaran Prosedur, Ada Ancaman terhadap Keamanan Negara

Prof. Aan Eko Widiarto: Penyadapan Presiden Bukan Sekadar Pelanggaran Prosedur, Ada Ancaman terhadap Keamanan Negara

Malang-Spektroom : Dugaan penyadapan terhadap Presiden dan sejumlah pihak tanpa prosedur hukum yang sah bukan perkara sepele. Jika dugaan itu benar melibatkan pucuk pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), persoalannya tidak lagi sebatas pelanggaran etik atau penyalahgunaan kewenangan. Ada ancaman yang lebih serius: penyanderaan kekuasaan presiden melalui penguasaan informasi pribadi, politik,

Buang Supeno
GPI dan PII Apresiasi Respons Cepat Kapolri atas Aspirasi Masyarakat dalam Kasus Sukoharjo

GPI dan PII Apresiasi Respons Cepat Kapolri atas Aspirasi Masyarakat dalam Kasus Sukoharjo

Jakarta – Spektroom: Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), dan DPP Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku Kie Raha (AL-MULK) menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas respons cepat terhadap aspirasi masyarakat terkait penggerebekan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo. Apresiasi

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno