Inovasi Digital DairyTrack Bantu Peternak Sapi Perah Lumajang Kelola Data Ternak
Melalui DairyTrack, pencatatan yang sebelumnya mengandalkan kertas diarahkan ke sistem digital yang dirancang praktis dan ringan.
Lumajang-Spektroom : Dosen Universitas Airlangga (UNAIR), drh. Ali Saifudin memperkenalkan DairyTrack untuk membantu peternak sapi perah di kabupaten Lumajang. DairyTrack merupakan inovasi digital untuk melakukan sistem recording sapi perah berbasis digital.
Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh tim Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR di Dusun Karanganyar, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (28/10/2026). Dalam kegiatan itu, peternak yang tergabung dalam Poktan Wonosari dikenalkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pencatatan dan pengelolaan ternak.
Ali menekankan bahwa pencatatan atau rekording merupakan dasar penting dalam pengelolaan peternakan. Data yang tersusun dengan baik membantu peternak memantau perkembangan ternak sekaligus mengevaluasi hasil pemeliharaan.
“Jika kita tidak dapat mencatat dan mengukurnya, kita tidak akan bisa me-manage-nya,” ujarnya.
Selama ini, informasi mengenai produksi susu, pemberian pakan, kondisi kesehatan, dan perkembangan reproduksi sapi masih banyak dicatat secara manual. Metode tersebut memiliki keterbatasan, terutama ketika catatan rusak, basah, atau hilang sehingga riwayat ternak sulit ditelusuri kembali.
Padahal, informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pemeliharaan berikutnya. Catatan produksi susu membantu memantau hasil produksi, sedangkan riwayat kesehatan dan reproduksi dapat mendukung evaluasi serta perencanaan penanganan ternak.
“Dunia sudah berubah, maka cara kerja kita juga harus berubah,” kata Ali.
Melalui DairyTrack, pencatatan yang sebelumnya mengandalkan kertas diarahkan ke sistem digital yang dirancang praktis dan ringan. Menurut Ali, aplikasi ini berukuran 68 KiB dan menggunakan teknologi Progressive Web App (PWA), sehingga dapat diakses melalui peramban tanpa proses instalasi aplikasi konvensional yang rumit.
Pembaruan sistem juga dapat tersedia tanpa pengguna harus memasang ulang aplikasi seperti pada umumnya. Selain itu, DairyTrack dirancang untuk mendukung pencatatan ketika koneksi internet lemah atau tidak stabil, kondisi yang dapat dijumpai di lingkungan peternakan.
Pencatatan Ternak dalam Satu Sistem
DairyTrack mendukung pencatatan berbagai informasi ternak, mulai dari pemberian pakan dan suplemen, diagnosis penyakit, produksi susu, hingga jadwal reproduksi. Informasi tersebut dapat dihimpun secara lebih terstruktur sehingga peternak lebih mudah menelusuri riwayat masing-masing sapi.
Pendekatan ini tidak sekadar memindahkan catatan dari kertas ke perangkat digital. Data yang terkumpul juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memahami perkembangan ternak dan mempertimbangkan keputusan pemeliharaan berikutnya.
Dengan riwayat yang terdokumentasi, peternak memiliki informasi pendukung saat mengevaluasi produksi, memantau kesehatan, atau merencanakan penanganan reproduksi. Namun, keputusan medis terkait ternak tetap perlu mempertimbangkan pemeriksaan dan saran tenaga profesional yang berwenang.
Pengenalan DairyTrack di Dusun Karanganyar menjadi bagian dari upaya tim FKH UNAIR memperkenalkan pemanfaatan teknologi kepada masyarakat peternak. Melalui kegiatan tersebut, Poktan Wonosari diharapkan dapat mengenal dan memanfaatkan sistem rekording digital dalam aktivitas peternakan sehari-hari. Ali berharap kelompok tersebut dapat menjadi percontohan bagi kelompok tani dan peternak lain dalam menerapkan pengelolaan ternak berbasis teknologi.