Inovasi Peredam Gempa Cerdas BRIN Percepat Pemulihan Pascabencana
Peredam Gempa Cerdas
Tangerang Selatan - Spektroom : Di tengah tingginya risiko gempa bumi di Indonesia, kebutuhan akan teknologi bangunan yang adaptif dan tangguh menjadi semakin krusial.
Menjawab tantangan itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi peredam (damper) gempa cerdas berbasis shape memory steel. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan struktur sekaligus mempercepat pemulihan pascagempa.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Metalurgi BRIN, Efendi mengatakan gempa bumi merupakan bencana yang sulit diprediksi dan dapat menimbulkan kerusakan serius pada bangunan serta dampak sosial-ekonomi yang luas.
"Gempa bisa terjadi tanpa peringatan dan berdampak pada kerusakan permanen struktur. Hal ini sering kali membutuhkan biaya perbaikan besar dan waktu pemulihan yang tidak singkat,” kata Efendi dalam siaran pers yang diterima Spektroom, Kamis (30/04/2026).
Selama ini, penggunaan damper gempa konvensional memang telah membantu meredam energi getaran. Namun, teknologi itu masih memiliki keterbatasan karena mengandalkan deformasi plastis yang bersifat permanen. Akibatnya, performa damper menurun setelah digunakan dan memerlukan penggantian.
Damper gempa berbasis shape memory steel yang dikembangkan BRIN menghadirkan mekanisme kerja yang lebih adaptif. Teknologi ini mengombinasikan kemampuan disipasi energi dengan efek self-centering, sehingga tidak hanya meredam guncangan, tetapi juga memungkinkan struktur kembali ke posisi semula setelah gempa.
“Ketika gempa terjadi, energi diserap melalui deformasi material. Namun, keunggulan utamanya adalah kemampuan material untuk kembali ke bentuk awalnya. Hal ini dimungkinkan oleh struktur mikro yang mampu mengalami transformasi fasa secara reversibel,” jelas Efendi.
Kemampuan itu menjadikan bangunan tetap berada dalam kondisi fungsional setelah gempa terjadi (post-earthquake functionality), sehingga meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan mempercepat proses pemulihan.
Selain itu, damper ini dirancang mampu bekerja secara berulang tanpa mengalami penurunan performa yang signifikan. Hal ini memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi jangka panjang, karena mengurangi kebutuhan perawatan maupun penggantian komponen.
Prototipe damper gempa cerdas ini telah berhasil dikembangkan dan diuji di laboratorium. Ke depan, BRIN mendorong pengembangan lebih lanjut agar teknologi ini dapat diterapkan secara luas pada berbagai infrastruktur, mulai dari bangunan gedung hingga jembatan. (aj/ed: tnt)