Investasi Pontianak Tembus Rp1,55 Triliun, Lampaui Target 276 Persen

Investasi Pontianak Tembus Rp1,55 Triliun, Lampaui Target 276 Persen
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pontianak, Erma Suryani. (Foto: Diskominfo Kota Pontianak)

Spektroom – Realisasi investasi Kota Pontianak sepanjang tahun 2025 tembus Rp1,55 triliun. Angka ini melesat jauh melampaui target Provinsi Kalimantan Barat sebesar Rp910,24 miliar atau 170,4 persen.

Target Pemerintah Kota Pontianak sebesar Rp561,05 miliar bahkan terlampaui hingga 276,4 persen. Capaian tersebut dirilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pontianak, Rabu (12/2/2026).

Kepala DPMPTSP, Erma Suryani, menyebut hasil ini menjadi indikator kuatnya iklim usaha di tengah tekanan ekonomi global.

“Iklim usaha di Pontianak semakin sehat dan transparan. Meski realisasi investasi 2025 turun 6,9 persen dibandingkan 2024, capaian target tetap sangat tinggi,” tegasnya.

Dari total investasi Rp1,55 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan Rp1,17 triliun.

Namun lonjakan tertinggi terjadi pada Penanaman Modal Asing (PMA) yang naik 78,9 persen menjadi Rp373,09 miliar.

Sektor perdagangan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp430,1 miliar. Disusul sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar Rp374,7 miliar, serta sektor pariwisata Rp293,9 miliar.

Dampaknya signifikan. Sepanjang 2025, investasi di Pontianak menyerap 81.137 tenaga kerja. Sementara itu, 19.428 usaha baru tercatat tumbuh dalam setahun terakhir.

Secara wilayah, Kecamatan Pontianak Tenggara mencatat nilai investasi tertinggi sebesar Rp490,7 miliar atau 31,2 persen dari total investasi kota.

Untuk pertumbuhan usaha baru, Kecamatan Pontianak Kota menyumbang porsi terbesar 24,9 persen.

Jenis usaha yang mendominasi adalah perdagangan eceran makanan, minuman dan tembakau (KBLI 47112) sebanyak 961 unit usaha, diikuti kedai makanan serta industri roti dan kue.

Kesadaran pelaku usaha dalam pelaporan juga meningkat tajam. Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang masuk mencapai 5.417 laporan atau naik 68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam hal pelayanan, DPMPTSP memproses 7.658 dokumen perizinan melalui OSS-RBA, Simyandu, SIM-BG hingga sistem manual. Sebanyak 5.115 dokumen izin diterbitkan otomatis melalui OSS-RBA.

Pemkot Pontianak menegaskan komitmennya menjaga momentum investasi melalui pengawasan usaha, konsultasi OSS dan LKPM, serta program jemput izin di enam kecamatan.

Pemerintah optimistis daya saing kota terus menguat dan Pontianak kian kokoh sebagai tujuan investasi yang ramah dan efisien.

Berita terkait