Investor Bulgaria Daniel Dobrev Tertarik Berinvestasi di NTB

Investor Bulgaria Daniel Dobrev Tertarik Berinvestasi di NTB
Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTB saat bertemu Investor Bulgaria (foto Diskominpotik ntb)

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memaparkan berbagai potensi investasi unggulan daerah kepada investor Bulgaria dalam pertemuan penjajakan kerja sama investasi di Mataram, Rabu (06/05/2026).

Investor asal Bulgaria, Daniel Dobrev menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi yang ditawarkan. Ia menilai NTB memiliki peluang besar, khususnya pada sektor perikanan, terutama komoditas tuna.

“Saya tertarik pada pengembangan produk tuna secara menyeluruh, tidak hanya daging, tetapi juga berbagai produk olahan lainnya,” ujarnya.

Daniel juga mengungkapkan rencananya untuk mengajak rekan-rekannya berinvestasi di industri pengolahan tuna di NTB.
Selain itu, ia juga tertarik dengan sektor pariwisata NTB yang dikenal ramah bagi wisatawan muslim, sehingga memiliki daya tarik tersendiri di pasar global.

Sementara itu kepala DPMPTSP NTB menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan promosi potensi daerah kepada investor dari berbagai negara. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur NTB agar proses penjajakan investasi dapat dimatangkan terlebih dahulu di tingkat perangkat daerah sebelum ditindaklanjuti ke tahap yang lebih tinggi.

"NTB merupakan daerah yang sangat strategis untuk investasi, didukung oleh infrastruktur yang memadai seperti bandara dan pelabuhan yang saling terhubung di seluruh wilayah", tegas Kadis DPMPTSP H. Irnadi Kusuma, S.STP., M.E.,.

Dalam paparannya, Irnadi menawarkan sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki prospek besar, di antaranya sektor peternakan, perikanan, pariwisata, serta energi terbarukan.

Pada sektor peternakan, NTB dikenal memiliki potensi peternakan sapi yang cukup besar dengan kualitas daging yang unggul. Hal ini menjadikan NTB sebagai salah satu daerah penghasil sapi yang kompetitif di tingkat nasional.

Sementara itu, pada sektor perikanan, budidaya udang vaname dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan dengan kontribusi ekspor mencapai 3,91 persen. Selain itu, komoditas unggulan lainnya meliputi ikan tuna, ikan cakalang, rumput laut, serta produk garam yang terus berkembang.

Di sektor pariwisata, NTB mencatat kontribusi signifikan dengan nilai mencapai Rp5,96 triliun pada tahun 2025. Beragam destinasi unggulan menjadi daya tarik utama, seperti kawasan Kuta Mandalika yang dilengkapi dengan sirkuit internasional, Gili Tramena, wisata hiu paus, hingga Gunung Rinjani yang terkenal secara global.

Selain itu, sektor energi terbarukan juga menjadi prioritas pengembangan seiring dengan menipisnya cadangan bahan bakar fosil. Pengembangan energi baru terbarukan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Diharapkan, hasil pertemuan ini dapat menjadi langkah awal dalam membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Berita terkait

Bupati Sleman Sambut Kerja Sama Danantara untuk Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Bupati Sleman Sambut Kerja Sama Danantara untuk Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Sleman-Spektroom : Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut baik kerja sama dengan Danantara dalam penyediaan sampah dan lahan untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Sleman. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa (11/8/2026). Penandatanganan dilakukan Bupati

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Polri Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Dalami Dugaan Kematian Tidak Wajar

Polri Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Dalami Dugaan Kematian Tidak Wajar

Banyumas-Spektroom : Kepolisian melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8/2026). Ekshumasi dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo yang dinilai mendadak dan menyisakan sejumlah kejanggalan. Pemeriksaan melibatkan tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah,

Bian Pamungkas
ссс