Trending

Menteri PU Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Dharmasraya, Target Rampung 20 Juni 2026

Menteri PU Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Dharmasraya, Target Rampung 20 Juni 2026
Menteri PU Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Dharmasraya, Target Rampung 20 Juni 2026. (Foto: Prokopim DR)

Dharmasraya-Spektroom : Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, guna memastikan fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu pada tahun ajaran baru 2026.

Instruksi percepatan ini disampaikan langsung oleh Menteri PU, Dody Hanggodo, saat kunjungan kerja ke Pulau Punjung, Rabu (6/6/2026), dalam rangka meninjau progres pembangunan proyek strategis tersebut.

“Sekolah Rakyat ini kita dorong percepatannya, sehingga manfaatnya-baik dari sisi kualitas pendidikan maupun fasilitas-bisa segera dirasakan masyarakat, terutama bagi yang kurang mampu,” ujar Dody.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Dari hasil peninjauan lapangan, Menteri PU menyebut progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 9 persen. Dengan ritme percepatan rata-rata dua persen per hari, pemerintah optimistis proyek dapat rampung jauh lebih cepat dari target awal.

“Progresnya cukup menggembirakan. Dengan percepatan dua persen setiap hari, kami optimistis bisa selesai sesuai target 20 Juni 2026, sebelum tahun ajaran baru dimulai,” katanya.

Ia menegaskan, percepatan ini tidak terlepas dari koordinasi efektif antara satuan tugas (satgas) percepatan pembangunan dengan pemerintah daerah.

“Koordinasi satgas berjalan baik. Pemerintah daerah juga menunjukkan kinerja yang solid, sehingga semua tahapan bisa dipercepat,” tambahnya.

Dukungan Pemprov Sumbar dan Legislator

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung penuh percepatan pembangunan Sekolah Rakyat.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap mengawal percepatan ini, karena Sekolah Rakyat menjadi program strategis dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus mengurangi kesenjangan akses pendidikan di daerah,” ujar Vasco.

Ia juga menilai sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini.

Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Zigo Rolanda, yang hadir dalam peninjauan tersebut, menyatakan dukungan legislatif terhadap program Sekolah Rakyat sebagai solusi konkret pemerataan pendidikan.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di daerahnya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Menteri. Kehadiran ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Annisa juga mengungkapkan bahwa selain pembangunan Sekolah Rakyat, Dharmasraya turut mendapatkan sejumlah program infrastruktur dari Kementerian PU pada tahun 2026.

“Kami juga berterima kasih atas dukungan pembangunan lainnya, seperti rigid beton sepanjang 1 km, pengaspalan Jalan Lintas Sumatera sepanjang 19 km, penanggulangan banjir Timpeh, serta pembangunan SPAM. Ini sangat berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Fasilitas Lengkap di Lahan 10 Hektare
Sekolah Rakyat Dharmasraya dibangun di atas lahan seluas sekitar 10 hektare dengan kapasitas hingga 1.080 siswa. Fasilitas yang disiapkan mencakup:
Gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, Delapan asrama siswa, Dua rumah susun guru, Masjid, gedung serbaguna, dan guest house. Dapur umum, gudang, serta kantin di setiap jenjang. Sarana olahraga, termasuk lapangan sepak bola

Proyek ini mulai berkontrak sejak 10 Maret 2026 dengan target awal penyelesaian pada 4 November 2026. Namun, melalui skema percepatan, pemerintah menargetkan proyek selesai lebih cepat agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru.

Kolaborasi Jadi Kunci.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut sejumlah pejabat pusat dan daerah, di antaranya jajaran Kementerian PU, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, serta Dandim 0310/SSD Letkol CZI Joko Stradona.

Pemerintah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan percepatan ini, Sekolah Rakyat Dharmasraya diharapkan segera beroperasi dan menjadi model penguatan akses pendidikan berkualitas di daerah, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. (Ris1)

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru