Investor Pasar Modal di Sumbar Tembus 275.772, Minat Literasi Keuangan Terus Meningkat

Investor Pasar Modal di Sumbar Tembus 275.772, Minat Literasi Keuangan Terus Meningkat
Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sumbar. (Foto: Dok. Wyu)

Spektroom - Jumlah investor pasar modal di Sumatera Barat terus menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat sepanjang 2025. Hingga 30 Desember 2025, investor pasar modal yang tercatat menggunakan KTP Sumbar mencapai 275.772 Single Investor Identification (SID), meningkat 80.023 SID dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini tidak terlepas dari masifnya kegiatan literasi dan edukasi pasar modal yang digelar secara konsisten selama 2025. Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (KP BEI) Sumbar mencatat sebanyak 344 kegiatan edukasi investasi telah dilaksanakan, sementara Galeri Investasi BEI di berbagai perguruan tinggi dan institusi di Sumbar menggelar 3.974 kegiatan serupa.

Ribuan kegiatan tersebut menjangkau lapisan masyarakat yang luas, baik pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Total peserta Sekolah Pasar Modal tercatat sebanyak 29.483 orang, sementara peserta non-Sekolah Pasar Modal mencapai 1.622.161 orang. Edukasi disampaikan melalui berbagai format, mulai dari seminar, kuliah umum, webinar, siaran langsung di Instagram, hingga konten media sosial.

Selain peningkatan minat belajar, partisipasi aktif generasi muda dalam mensosialisasikan pasar modal juga mengalami lonjakan signifikan. Sebanyak 97 mahasiswa tercatat sedang menjalani Program Edukasi Duta Pasar Modal (DPM) pada 2025. Mereka dibekali pemahaman dasar pasar modal, kepemimpinan, serta kemampuan komunikasi digital.

“Program Duta Pasar Modal ini kami dorong agar keuangan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang eksklusif dan rumit. Ke depan, literasi keuangan harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat,” ujar Early Saputra, Kepala Perwakilan KP BEI Sumbar, Sabtu (10/1/2026).

Selain peserta aktif tahun berjalan, terdapat 114 mahasiswa alumni Duta Pasar Modal yang masih konsisten berbagi pengetahuan pasar modal, baik melalui konten media sosial maupun kegiatan tatap muka. Program ini juga diharapkan menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal dan meniti karir di industri keuangan sejak dini.

KP BEI Sumbar menilai pertumbuhan jumlah investor dan tingginya partisipasi edukasi menjadi sinyal positif bagi penguatan ekosistem pasar modal daerah. Upaya literasi yang berkelanjutan diyakini mampu mendorong masyarakat berinvestasi secara cerdas, aman, dan berorientasi jangka panjang. (Rita Yondriadi)

Berita terkait

Ternak Masih Berkeliaran di Kawasan Wisata Kandi, Pemkot Sawahlunto Mulai Bersikap Tegas demi Jaga Citra Pariwisata

Ternak Masih Berkeliaran di Kawasan Wisata Kandi, Pemkot Sawahlunto Mulai Bersikap Tegas demi Jaga Citra Pariwisata

Sawahlunto–Spektroom : Upaya Pemerintah Kota Sawahlunto menjaga wajah destinasi wisata kembali diuji. Meski telah berulang kali diimbau, keberadaan ternak yang berkeliaran di kawasan wisata Kandi masih menjadi persoalan yang dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung sekaligus mencoreng citra kota yang menyandang status Warisan Dunia UNESCO. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)

Riswan Idris, Rafles
Peringatan Hari Koperasi Ke 79 Pemkab Bogor Dorong Kolaborasi Koperasi  Dengan UMKM

Peringatan Hari Koperasi Ke 79 Pemkab Bogor Dorong Kolaborasi Koperasi Dengan UMKM

Bogor-Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Momentum Peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Kabupaten Bogor, dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola, pembinaan, serta mendorong kolaborasi koperasi dengan pelaku UMKM agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing.jumat (17/7/2026)

Asmari, Julianto
IPPAT Jakarta Selatan Ajak Pemkot Perkuat Sinergi Edukasi Sertifikasi Tanah, Cegah Masyarakat Terjebak Informasi Keliru

IPPAT Jakarta Selatan Ajak Pemkot Perkuat Sinergi Edukasi Sertifikasi Tanah, Cegah Masyarakat Terjebak Informasi Keliru

Jakarta-Spektroom : Pengurus Daerah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (Pengda IPPAT) Jakarta Selatan mengajak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memperkuat sinergi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai proses sertifikasi tanah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah berkembangnya informasi yang keliru terkait status tanah girik setelah berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18

Irvan Idris Saleh, Julianto
ссс