IWO Landak Tanam 250 Bibit Buah di Riam Angan, Jurnalis Tak Cuma Memberitakan Kerusakan Hutan

IWO Landak Tanam 250 Bibit Buah di Riam Angan, Jurnalis Tak Cuma Memberitakan Kerusakan Hutan
Sebanyak 250 bibit tanaman buah secara simbolis diserahkan UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Landak kepada Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Landak untuk mendukung program Jurnalis Peduli Lingkungan. Foto : Dok IWO Landak.

Landak - Spektroom – Wartawan tak ingin hanya menjadi penonton ketika hutan dan lingkungan terus menghadapi ancaman kerusakan. Dari kawasan wisata Riam Angan, Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Ikatan Wartawan Online (IWO) Landak memilih turun tangan.

Sebanyak 250 bibit tanaman buah diserahkan UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Landak kepada IWO Landak untuk mendukung program Jurnalis Peduli Lingkungan, Selasa (22/9/2026).

Bibit-bibit tersebut akan ditanam di kawasan wisata Riam Angan. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya menghijaukan kawasan sekaligus menjaga keberlanjutan destinasi wisata alam.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan UPT KPH Wilayah Landak, Wawan Setiawan, S.Hut., menyerahkan bibit kepada Ketua Panitia kegiatan, Ya’ Syahdan, S.H.

Ketua IWO Landak, L. Sahat Tinambunan, mengatakan penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial. Jurnalis, kata dia, harus ikut mengambil peran dalam persoalan lingkungan yang selama ini mereka beritakan.

“Gerakan penanaman pohon merupakan program utama IWO Landak. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan sebagai penyangga kehidupan,” ujar Sahat.

Gerakan tersebut berlangsung ketika persoalan kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya terhadap kualitas udara kembali menjadi perhatian di Kalimantan Barat. Karena itu, penanaman pohon di Riam Angan menjadi simbol kolaborasi antara insan pers, pemerintah, mahasiswa, komunitas, pelaku wisata dan masyarakat.

Selain KPH Landak dan IWO Landak, kegiatan tersebut melibatkan Tim CSR HPI POU Area Landak, mahasiswa Universitas HIPO, mahasiswa UT-SALUT Landak, Forum Pecinta Alam Landak, Pramuka, Pokdarwis, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga Desa Angan Tembawang.

Wawan mengatakan persoalan penghijauan tidak mungkin ditangani satu pihak. Kolaborasi diperlukan agar upaya menjaga hutan tidak berhenti pada kegiatan tanam pohon.

“Kami mengapresiasi gerakan yang dilakukan IWO Landak. Bibit buah yang diserahkan diharapkan tidak hanya menghijaukan kawasan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa depan,” katanya.

Namun, pekerjaan belum selesai setelah bibit masuk ke tanah. Wawan mengingatkan pemeliharaan menjadi kunci agar tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Pengelola wisata Riam Angan pun menyambut baik gerakan tersebut. Kawasan yang dikenal dengan air terjun dan bentang alamnya itu membutuhkan lingkungan yang tetap hijau dan terjaga sebagai modal utama pengembangan wisata berbasis alam.

Kini, 250 bibit buah itu menjadi taruhan kecil untuk masa depan Riam Angan. Jika dirawat hingga tumbuh besar, pohon-pohon tersebut bukan hanya memperindah kawasan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga hutan tidak cukup dengan kata-kata.

Sebab, hutan yang hanya diberitakan tak akan tumbuh. Ia harus ditanam dan dirawat.

Berita terkait

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat penanganan stunting dengan menitikberatkan pada penggunaan data yang valid, evaluasi berkala, serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan agar program yang dijalankan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan penurunan angka stunting secara nyata. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis dan

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Bantul–Spektroom : Pengembangan pariwisata berbasis komunitas terus didorong Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya melalui Lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY 2026 yang tidak hanya menilai daya tarik destinasi, tetapi juga tata kelola, dampak ekonomi, sosial budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam ajang tersebut, Kabupaten Sleman meraih dua penghargaan.

Fatmawaty, Bian Pamungkas