Jaga Alokon Tetap Aman dan Bermutu, BPOM dan Lintas Sektor Bersinergi Perkuat Tata Kelola
Tobelo-Spektroom : Keamanan dan mutu alat serta obat kontrasepsi (Alokon) perlu dijaga sejak proses perencanaan hingga digunakan oleh masyarakat. Untuk memperkuat hal tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku Utara bersama BPOM, dalam hal ini Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku Utara di Sofifi dan Loka POM di Kabupaten Pulau Morotai, Dinas Kesehatan, serta Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar Forum Penguatan Penggerakan Sistem Tata Kelola Alokon, Rabu (9/9/2026).
Forum yang diselenggarakan di Kantor Bupati Kabupaten Halmahera Utara ini merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri sekaligus upaya memperkuat tata kelola Alokon di daerah, mulai dari perencanaan kebutuhan, penyimpanan, distribusi, penggunaan, hingga pencatatan dan pelaporan.
Bupati Halmahera Utara diwakili Sekretaris Daerah, Erasmus Joseph Papilaya, mengapresiasi pelaksanaan forum tersebut. Menurutnya, penguatan tata kelola Alokon sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi masyarakat.
“Forum ini memiliki arti penting karena kesetaraan kesehatan merupakan salah satu unsur utama dalam pembangunan. Mari bersama-sama membangun daerah yang sehat. Masyarakat sehat adalah fondasi daerah yang kuat. Kita perlu bersinergi dalam pelayanan kesehatan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan yang berpihak kepada masyarakat,” ujar Erasmus.
Plt. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merespons temuan BPK terkait pengelolaan Alokon, antara lain masih ditemukannya Alokon kedaluwarsa, distribusi yang belum merata, serta pencatatan dan pelaporan yang belum optimal.
“Pengelolaan Alokon harus dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel agar data stok, distribusi, dan penggunaan sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Dari sisi pengawasan, BPOM menekankan pentingnya memastikan mutu dan keamanan Alokon sepanjang rantai pengelolaannya. Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama BPOM Maluku Utara di Sofifi, apt. Tias Puspita Sari, S.Farm., menyampaikan bahwa penjaminan mutu dan keamanan obat telah dibangun dari hulu hingga hilir.
“BPOM berkomitmen mengawal dan mengawasi implementasinya pada setiap tahapan pengelolaan Alokon,” ujarnya.
Selain forum, tim juga melakukan monitoring gudang penyimpanan Alokon untuk memastikan kondisi penyimpanan memenuhi ketentuan dan mampu menjaga keamanan serta mutu produk.
Mewakili Loka POM Kabupaten Pulau Morotai, apt. Ignatus Solihah, S.Farm., menambahkan bahwa penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) menjadi aspek penting untuk menjaga mutu Alokon selama penyimpanan dan distribusi.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari BKKBN Maluku Utara, BPOM, Dinas Kesehatan, dan unsur terkait untuk memetakan permasalahan sekaligus memperkuat tata kelola Alokon di Halmahera Utara.
Ke depan, BPOM Maluku Utara di Sofifi dan Loka POM di Kabupaten Pulau Morotai berkomitmen memberikan pendampingan dan pembinaan, termasuk mengawal pemenuhan persyaratan sertifikasi CDOB pada fasilitas gudang penyimpanan Alokon di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Penguatan tata kelola ini diharapkan memastikan Alokon yang diterima masyarakat tetap aman, bermutu, tersedia sesuai kebutuhan, dan dapat ditelusuri pengelolaannya.