Lemhannas Studi Strategis Pengembangan Energi Terbarukan di Surakarta
SURAKARTA – Spektroom: Upaya Kota Surakarta mengembangkan energi terbarukan dan mendorong kemandirian energi mendapat perhatian dalam kunjungan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXX Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Tahun Anggaran 2026.
Rombongan SSDN P4N LXX Lemhannas RI dipimpin Marsekal Muda TNI Paminto Bambang Pamungkas, S.I.P., diterima Wali Kota Surakarta Respati Ardi di Bale Tawang Arum, Kompleks Balai Kota Surakarta, Rabu (9/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, energi terbarukan menjadi salah satu isu strategis yang dibahas, terutama kaitannya dengan kemandirian energi, keberlanjutan pembangunan, daya saing ekonomi, dan ketahanan nasional.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan energi terbarukan dengan mengoptimalkan potensi lokal, mendorong inovasi, memanfaatkan teknologi, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Energi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan listrik, tetapi juga menjadi bagian penting dari ketahanan nasional, keberlanjutan pembangunan, daya saing ekonomi, dan kualitas kehidupan masyarakat,” ujar Respati.
Menurut Respati, meski memiliki wilayah yang relatif terbatas, Kota Surakarta tetap memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan. Keterbatasan wilayah, menurutnya, bukan alasan untuk berhenti melakukan inovasi.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam kunjungan SSDN P4N LXX adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo. Fasilitas tersebut menjadi salah satu objek peninjauan strategis rombongan Lemhannas RI.
Respati menilai, pengelolaan sampah dan pengembangan energi perlu dilakukan secara terintegrasi. Sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi.
“Namun, pengembangan energi berbasis sampah membutuhkan dukungan berbagai aspek, mulai dari teknologi, tata kelola, regulasi, pembiayaan, infrastruktur hingga kolaborasi lintas sektor,” terangnya.
Sebagai kota yang berkembang. pusat jasa, perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif, kebutuhan energi di Surakarta terus meningkat. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pengembangan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
“Dukungan regulasi, teknologi, pembiayaan, dan peningkatan kapasitas diperlukan agar berbagai potensi energi terbarukan dapat dikembangkan secara optimal,” ucap Respati.
Kunjungan SSDN P4N LXX Lemhannas RI juga menjadi ruang pertukaran pengalaman dan gagasan mengenai berbagai persoalan strategis pembangunan daerah. Para peserta diharapkan memperoleh gambaran langsung mengenai dinamika pembangunan di Surakarta sebagai bahan dalam menyusun analisis strategis.
Pemerintah Kota Surakarta berharap kunjungan tersebut dapat memberikan perspektif baru mengenai kontribusi pembangunan daerah terhadap ketahanan nasional, khususnya di bidang energi.