Jaga Kualitas Lingkungan, IWIP Kelola Debu Secara Terukur

Jaga Kualitas Lingkungan, IWIP Kelola Debu Secara Terukur
Pengelolaan abu terbang (fly ash) melalui penerapan teknologi dan prosedur operasional yang terukur (Foto:IWIP)

Weda-Spektroom : PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menegaskan komitmennya dalam pengelolaan abu terbang (fly ash) melalui penerapan teknologi dan prosedur operasional yang terukur guna menjaga kualitas lingkungan di kawasan industri.

Manager Environmental IWIP Yofi Safutra, kepada Spektroom Kamis (9/4/2026) menjelaskan abu terbang merupakan partikel halus hasil pembakaran material yang mengandung mineral, terutama dari penggunaan batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Partikel ini berpotensi menyebar ke udara apabila tidak dikendalikan dengan baik, sehingga memerlukan penanganan khusus.

Dalam penanganan di kawasan industri, Yofi menyampaikan pihak perusahaan telah menerapkan sistem pengendalian emisi untuk meminimalkan potensi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Fly ash yang dihasilkan dari proses pembakaran ditangkap menggunakan teknologi Electrostatic Precipitator atau ESP. Teknologi ini efektif dalam mengendalikan partikel halus agar tidak terlepas ke udara bebas,” ujar Yofi.

Selain fly ash, IWIP juga mengelola bottom ash yakni partikel yang lebih berat dan mengendap di dasar tungku pembakaran yang dikumpulkan secara langsung dari boiler dan disimpan di fasilitas khusus guna mencegah penyebaran debu.

Lebih lanjut, Yofi menekankan bahwa seluruh proses pengelolaan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dilakukan sesuai dengan dokumen lingkungan serta regulasi nasional yang berlaku.

“Kami juga melakukan pemantauan kualitas udara dan lingkungan secara berkala untuk memastikan seluruh operasional memenuhi baku mutu yang ditetapkan,” katanya.

Dengan pengelolaan yang tepat, abu terbang memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali melalui pendekatan reuse dan recycle, sehingga memberikan nilai tambah dalam mendukung kebutuhan industri.
Dalam hal ini, PT. IWIP memanfaatkan FABA sebagai bahan baku untuk berbagai produk konstruksi seperti batako, paving block, conblock, hingga campuran substitusi beton yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur internal perusahaan seperti fasilitas olahraga karyawan, taman, akomodasi karyawan, pedestrian, dan berbagai proyek pemeliharaan lainnya.

“Melalui penerapan teknologi dan pengelolaan yang berkelanjutan, IWIP memastikan potensi dampak abu terbang dapat dikendalikan sekaligus mendukung operasional industri yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,”pungkasnya.

Berita terkait

Dinas Pariwisata Kepri Punya Sejumlah Agenda Wisata di Bulan Agustus 2026, Dorong Pergerakan Wisatawan

Dinas Pariwisata Kepri Punya Sejumlah Agenda Wisata di Bulan Agustus 2026, Dorong Pergerakan Wisatawan

Tanjungpinang-Spektroom : Sejumlah Agenda Wisata yang dipersiapkan Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri), pelaksanaannya bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota, Pelaku Industri, maupun mitra Penyelenggara wisata. Kalender kegiatan wisata, budaya, olahraga, dan ekonomi kreatif berlangsung sepanjang Agustus 2026 di sejumlah daerah di Kepri sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik destinasi sekaligus

Desmawati, Rafles
Bupati Harno Buka Rembang Expo 2026, Jadi Ajang Promosi Produk Unggulan dan Penggerak UMKM

Bupati Harno Buka Rembang Expo 2026, Jadi Ajang Promosi Produk Unggulan dan Penggerak UMKM

Rembang_Spektroom: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang kembali menghadirkan Rembang Expo 2026 sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang. Kegiatan yang digelar di Gedung Balai Kartini Rembang itu resmi dibuka Bupati Rembang H. Harno, Jumat malam (31/7/2026). Selain menghadirkan ratusan stan pameran, penyelenggara menghadirkan wahana dinosaurus

Sigit Budi Riyanto
ссс