Trending

Jalan Penghubung Wonojati–Sruni Dibangun Agustus, Pemkab Jember Gelontorkan Rp1,4 Miliar untuk Perkuat Konektivitas Desa

Jalan Penghubung Wonojati–Sruni Dibangun Agustus, Pemkab Jember Gelontorkan Rp1,4 Miliar untuk Perkuat Konektivitas Desa
Bupati Jember Muhammad Fawaid dialog dengan warga di Dusun Pondok Lalang, Desa Wonojati, kecamatan Jenggawah, kabupaten Jember, Jawa Timur (Foto Diskominfo Jember)

Jember - Spektroom: Pemerintah Kabupaten Jember mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan dengan merealisasikan pembangunan jalan penghubung Desa Wonojati dan Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah.

Proyek senilai sekitar Rp1,4 miliar itu dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. mengatakan pembangunan ruas jalan sepanjang lebih dari satu kilometer tersebut akan dilaksanakan oleh Dinas PU Bina Marga Kabupaten Jember. Jalan itu merupakan akses utama yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga.

Kepastian pelaksanaan proyek disampaikan Bupati saat bertemu ratusan warga di Dusun Pondok Lalang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Senin (13/7/2026).

"Awal Agustus nanti Dinas PU Bina Marga akan memulai pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Wonojati dengan Desa Sruni. Kami mohon maaf apabila selama proses pekerjaan aktivitas masyarakat sedikit terganggu. Target pengerjaan paling lama tiga bulan, namun kami berharap dapat selesai lebih cepat sehingga segera dimanfaatkan masyarakat," ujar Fawait.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, sekaligus membuka akses ekonomi antarwilayah di Kecamatan Jenggawah.

Tak hanya membangun jalan, Pemkab Jember juga akan memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik yang dinilai rawan tindak kriminalitas. Langkah itu dilakukan agar pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan peningkatan rasa aman bagi masyarakat.

Bupati mengajak warga turut menjaga fasilitas publik yang dibangun pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dalam kunjungan tersebut, Fawait juga meninjau progres proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (JIRT) yang mengairi lahan pertanian sekitar 40 hektare. Perbaikan jaringan irigasi itu ditargetkan mampu meningkatkan intensitas tanam dari sebelumnya hanya satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali panen setiap tahun.

Pemkab Jember pada 2026 juga menargetkan optimalisasi lahan pertanian seluas 7.070 hektare dengan dukungan anggaran pemerintah pusat sekitar Rp321 miliar.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur dasar, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.

Melalui pembangunan jalan, peningkatan penerangan jalan, dan rehabilitasi jaringan irigasi, Pemkab Jember berharap konektivitas desa semakin baik, produktivitas pertanian meningkat, serta kesejahteraan masyarakat dapat terdongkrak secara berkelanjutan. (budi s)

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles