Jangan Biarkan Rapor Pendidikan Jadi Angka
Ambon-Spektroom: Rapor pendidikan jangan berhenti sebagai deretan angka yang tersimpan dalam aplikasi. Di balik setiap indikator merah atau kuning, ada persoalan yang harus segera dicari penyebabnya dan diperbaiki.
Pesan tegas itu disampaikan WaliKota Ambon Bodewin Wattimena saat membuka Bimbingan Teknis Evaluasi dan Peningkatan Rapor Pendidikan Jenjang SD dan SMP di Ambon, Kamis (24/9/2026).
Wattimena menegaskan, peningkatan mutu pendidikan harus berangkat dari data, bukan asumsi. Karena itu, kepala sekolah diminta mampu membaca hasil rapor pendidikan secara mendalam, menemukan akar masalah, lalu menerjemahkannya ke dalam program pembenahan yang nyata.
“Rapor pendidikan bukan sekadar angka, bukan sekadar tampilan hasil penilaian. Dia harus kita manfaatkan sebagai alat untuk memperbaiki dan meningkatkan berbagai indikator yang masih kurang,” kata Wattimena.
Setiap persoalan yang muncul dalam rapor pendidikan harus menjadi bahan evaluasi. Jika terdapat indikator berwarna merah, sekolah harus mengetahui penyebabnya. Begitu pula capaian kuning harus terus didorong agar meningkat menjadi hijau.
Sekolah agar tidak menggunakan anggaran pendidikan tanpa arah yang jelas. Dana BOS, semestinya dapat diarahkan untuk mendukung program yang berkaitan langsung dengan persoalan dan kebutuhan peningkatan mutu pendidikan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Capaian SPM pendidikan Kota Ambon menunjukkan perkembangan. Dari angka 71,73, capaian tersebut meningkat menjadi 75,1 pada 2025. Namun, peningkatan itu menurutnya tidak boleh membuat sekolah berhenti berbenah.
“Yang sudah hijau harus dipertahankan. Yang masih merah dan kuning harus segera dicari akar masalahnya,” tegasnya.
Bimtek yang digelar 24 -25 September 2026 itu diikuti kepala satuan pendidikan jenjang SD dan SMP. Dinas Pendidikan Kota Ambon berharap kegiatan ini meningkatkan kemampuan sekolah membaca dan menganalisis rapor pendidikan sebagai dasar penyusunan perencanaan dan program peningkatan mutu.
Ukuran keberhasilan bimtek bukan sekadar terlaksananya kegiatan. Ukurannya adalah perubahan nyata di sekolah dan meningkatnya kualitas pendidikan bagi peserta .