Jelajah Area Keraton Surakarta Dengan Bendi Wisata

Spektroom: Bendi wisata, menjadi salah satu daya tarik wisata yang ada di Keraton Surakarta. Naik bendi wisata yang ditarik seekor kuda ini, dapat memberikan sensasi tersendiri untuk mengeksplore area keraton dan alun-alun.

Tepatnya di alun-alun kidul (Selatan) Keraton, sejumlah bendi wisata mangkal, siap melayani warga masyarat maupun wisatawan, untuk berkeliling alun-alun maupun memutari bangunan bersejarah keraton Surakartahadiningrat.

Bendi wisata atau semacam dokar kecil beroda dua dan ditarik seekor kuda ini, dikendalikan oleh seorang kusir yang duduk dibagian samping, tempat duduk penumpang. Naik bendi ini, serasa kembali ke masa silam karena merupakan alat transportasi tradisional.

“Khas dan ada sensasi tersendiri, meski sedikit agak terguncang oleh tarikan kuda, naik bendi ini juga bisa leluasa untuk mengeksplore area keraton dan alun-alun,” ujar Sandi, salah seorang wisatawan yang sengaja berkeliling keraton bersama seorang temannya.

Spektroom, juga berkesempatan mencoba naik bendi wisata Keraton Surakarta mulai dari alun-alun Selatan hingga mengelilingi bangunan keraton. Bendi ini melaju pelan menimbulkan suara khas langkah kaki kuda ..tuplak..tuplak dan gemerincing bendi. Sensasi yang khas pun bisa dirasakan, yakni bisa lebih banyak melihat pemandangan sekeliling area Keraton. Berbagai sudut detail bangunan kuno sejak zaman Mataram Islam itu dapat dilihat dengan saksama, seperti lawang (pintu) gapit, bangunan sekolah, ndalem Hamijayan, Sasono Mulyo dan Kori Kamandungan atau pintu depan keraton. Bahkan sambil naik bendi, juga bisa memotret spot-spot menarik yang kebanyakan merupakan bangunan kuno dengan arsitektur unik.

Penumpang bendi wisata tidak hanya wisatawan, namun juga warga lokal. Ani warga Solo, ibu rumah tangga warga bersama 2 anaknya yang masih balita dan usia SD menuturkan, naik bendi wisata selain untuk hiburan juga bisa mengenalkan pada anak tentang kuda yang menarik bendi.

“Anak saya senang kuda, jadi tidak takut naik bendi. Ini tadi saya membayar Rp 30 ribu untuk sekali putar alun-alun,” ungkap Ani.

Menurutnya, untuk naik bendi wisata tidak dihitung per orang, melainkan tarif sekali putar alun-alun ditarik Rp 30 ribu, sedangkan jika sampai mengelilingi bangunan keraton, tarifnya Rp 50 ribu. Bendi wisata berkapasitas 2 orang dewasa, namun bisa ditambah 1 atau 2 anak-anak.

Di kawasan alun-alun Selatan Keraton Surakarta, setiap harinya ada sekitar 5 bendi wisata yang operasional sejak pagi pukul 06.00 sampai sore hari pukul 18.00 WIB. Jika akhir pekan atau pada saat musim liburan, jumlah bendi wisata bisa bertambah sampai 10 unit. (Ciptati Handayani).

Berita terkait

Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Jakarta – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa penguatan organisasi bukan hanya penataan jabatan, tetapi bagian dari upaya membangun statecraft, yakni keterampilan dalam mengelola kebijakan negara dan memastikan setiap program berjalan efektif serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Dody Hanggodo saat melantik tujuh pejabat tinggi

Nurana Diah Dhayanti
Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Jambi - Spektroom: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, menggelegar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 bertema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", berlangsung di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Jambi, Sabtu (2/5/2026). Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih dilanjutkan dengan pembacaan teks

Anggoro AP
Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Solo - Spektroom : Merefleksi hari Pendidikan Nasional 2 Mei, bidang pendidikan meski dinilai arahnya mulai tertata dengan perangkat dan regulasi yang semakin pasti, tetapi masih dihadapkan pada catatan kritis dalam pengelolaan manajemen mutu. Diminta tanggapan kondisi pendidikan di Indonesia merefleksi hari pendidikan Pengamat pendidikan dari Universitas Muhamadiyah Surakarta UMS Prof.

Murni Handayani