Jelajah Ternate, Susuri Jejak Sejarah dan Indahnya Negeri Rempah

Jelajah Ternate, Susuri Jejak Sejarah dan Indahnya Negeri Rempah
Flyer Spektroom

Ternate – Spektroom : Tak butuh waktu lama untuk jatuh hati pada Ternate. Kota kecil di timur Indonesia ini menawarkan perpaduan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Dalam satu hari, wisatawan bisa menikmati jejak kejayaan Kesultanan Ternate, menyaksikan benteng peninggalan kolonial, memandangi birunya laut dari ketinggian, hingga berziarah ke masjid-masjid bersejarah yang masih menjadi pusat kehidupan masyarakat.

Pesona itulah yang membawa rombongan Majelis Taklim Uliyatul Muntaha dari Ambon berkunjung ke Ternate pada 22 Juni 2026. Sebanyak 17 pengurus dan anggota majelis taklim menikmati perjalanan religi sekaligus wisata budaya yang didampingi Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Maluku Utara, Hj. Masni BSA, bersama sejumlah pengurus BKMT wilayah dan Kota Ternate.

Perjalanan dimulai dari Kedaton Kesultanan Ternate, tempat sejarah panjang kerajaan rempah masih terjaga. Dari sana, rombongan melanjutkan kunjungan ke Benteng Oranje dan Benteng Tolukko, dua saksi bisu perebutan kekuasaan bangsa-bangsa Eropa atas kekayaan rempah Maluku.

Tak hanya wisata sejarah, Ternate juga memanjakan mata dengan panorama alamnya. Pantai Sulamadaha yang terkenal dengan air lautnya yang jernih menjadi salah satu destinasi favorit.

Dari Puncak Ngade, rombongan menikmati lanskap Pulau Ternate dengan latar Gunung Gamalama yang berdiri megah. Keindahan Danau Tolire serta kawasan Batu Angus, hasil letusan gunung berapi berabad-abad silam, melengkapi pengalaman wisata yang tak terlupakan.

Masjid Raya Al Munawwar (Sumber Wikipedia).

Nuansa religi pun terasa saat rombongan mengunjungi Masjid Raya Al Munawwar, Masjid Sultan Ternate, hingga Masjid Sulamadaha. Ketiga tempat ibadah tersebut bukan hanya menjadi pusat aktivitas keagamaan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah perkembangan Islam di wilayah Maluku Utara.

Selain menikmati destinasi wisata, rombongan juga bersilaturahmi dengan pengurus BKMT Provinsi Maluku Utara dan BKMT Kota Ternate.

Penasehat BKMT Provinsi Maluku Utara yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Utara, Hj. Rusni Sarbin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.

"Silaturahmi membawa banyak keberkahan. Selain mempererat persaudaraan, juga menjadi jalan dimudahkannya rezeki dan dipanjangkan umur," ujarnya.

Ia berharap hubungan baik tersebut terus terjalin melalui kunjungan balasan ke Ambon, sebagai wujud semangat persaudaraan masyarakat Maluku yang dikenal dengan falsafah "Torang Samua Basudara."

Perjalanan singkat rombongan BKMT Uliyatul Muntaha menjadi bukti bahwa Ternate bukan sekadar kota transit di kawasan timur Indonesia. Kota ini adalah destinasi yang menghadirkan sejarah, budaya, alam, dan wisata religi dalam satu paket perjalanan. Sebuah negeri rempah yang selalu menyisakan kerinduan bagi siapa pun yang pernah menapakkan kaki di sana.(**).

Berita terkait

Polda Maluku Ungkap Delapan Kasus Pencurian dan Curanmor dalam Dua Bulan, Sebelas Tersangka Diamankan

Polda Maluku Ungkap Delapan Kasus Pencurian dan Curanmor dalam Dua Bulan, Sebelas Tersangka Diamankan

Ambon-Spektroom: Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku bersama jajaran Satreskrim Polresta Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan masyarakat dengan mengungkap delapan kasus pencurian dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sepanjang periode Mei hingga Juni 2026. Sebanyak 11 tersangka berhasil diamankan dalam pengungkapan tersebut. Para tersangka terdiri dari pelaku dewasa

Eva Moenandar, Anggoro AP
GPI Bersama Elemen Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Deklarasikan Maklumat dan Resolusi Bersama

GPI Bersama Elemen Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Deklarasikan Maklumat dan Resolusi Bersama

Jakarta – Spektroom : Aula Gedung Pemuda KNPI Rawamangun menjadi saksi bersatunya komitmen generasi muda dalam mengawal arah bangsa. Gerakan Pemuda Islam (GPI) bersama aliansi elemen Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Indonesia bersatu satu suara dalam diskusi publik, pada Sabtu. Diskusi tersebut dengan tajuk “Jalan Ninja Kaum Intelektual: Mengawal Pemerintah Melalui Kritik Terukur

Irvan Idris Saleh, Nurana Diah Dhayanti