Jelang Idul Adha Peternak Sapi di Pati Tuai Lonjakan Permintaan

Jelang Idul Adha Peternak Sapi di Pati Tuai Lonjakan Permintaan
Sapi-sapi di kandang salah satu peternak di wilayah Pati Diminati pembeli dari sekitar Jabidetabek, Jumat, 22 Mei 2026.(Foto: Sigit)

Pati-Spektroom : Idul Adha tinggal hitungan hari, peternak sapi di Kabupaten Pati mulai menikmati lonjakan permintaan hewan kurban dari berbagai daerah. Permintaan yang meningkat tajam membuat penjualan sapi kurban melonjak, terutama untuk pasokan wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Salah satu pedagang sapi asal Desa Klecorenggonang, Kecamatan Winong, Halim mengaku permintaan mulai meningkat sejak awal bulan Dzulhijjah. Dalam sehari, ia kini mampu menjual hingga belasan ekor sapi, jauh lebih tinggi dibanding hari biasa.

“Saya paling banyak menjual sapi ke Tangerang. Kemudian, Cikarang, Purwakarta, dan wilayah Jabodetabek lainnya,” ujar Halim, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut Halim, peningkatan penjualan menjelang Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi peternak dan pedagang sapi lokal di Pati. Mayoritas pembeli berasal dari kawasan perkotaan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat.

“Sejak Dzulhijjah, penjualan harian mencapai sembilan hingga sepuluh ekor. Hari biasa hanya beberapa ekor,” katanya.

Lonjakan permintaan juga berdampak pada kenaikan harga jual sapi di berbagai kategori ukuran dan bobot ternak. Untuk sapi berukuran besar dengan bobot sekitar 6000 kilogram kini dipasarkan hingga Rp45 juta setelah mengalami kenaikan sejak pertengahan Mei.

Menurut Halim, permintaan sapi berukuran besar lebih banyak datang dari wilayah dengan daya beli tinggi seperti Tangerang. Sementara daerah lain umumnya memilih sapi ukuran sedang sebagai hewan kurban.

“Wilayah elit seperti Tangerang lebih banyak mencari sapi besar. Kawasan lain memilih sapi ukuran sedang,” jelasnya.

Puncak penjualan di perkirakan Pedagang akan terjadi pada akhir pekan menjelang Hari Raya Iduladha.

Tingginya permintaan sapi kurban dinilai menjadi penanda meningkatnya aktivitas ekonomi peternakan sekaligus kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Iduladha.

Berita terkait

Pasal Penghinaan Pemerintah Dibatalkan MK, Prof La Ode Husen: Kritik Publik Harus Menjadi Energi Demokrasi

Pasal Penghinaan Pemerintah Dibatalkan MK, Prof La Ode Husen: Kritik Publik Harus Menjadi Energi Demokrasi

Makassar - Spektroom : Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan Pasal 240, Penjelasan Pasal 240, dan Pasal 241 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dinilai memperkuat posisi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Guru Besar Hukum Tata Negara sekaligus Direktur Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar,

Yahya Patta, Buang Supeno
Tiga Kali Berturut-turut Juara Umum MTQ Korpri, Kepulangan Kafilah Sumbar Disambut Wagub Vasko di BIM

Tiga Kali Berturut-turut Juara Umum MTQ Korpri, Kepulangan Kafilah Sumbar Disambut Wagub Vasko di BIM

Padang Pariaman-Spektroom : Kafilah Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sumatera Barat (Sumbar) kembali ke Ranah Minang dengan membawa kebanggaan baru setelah berhasil mempertahankan gelar Juara Umum MTQ Nasional Korpri VIII di Makassar, Sulawesi Selatan. Kepulangan mereka disambut langsung Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Minggu (30/

Rafles
ссс