Jumat Curhat Polres Batang Bahas Dampak Keberadaan KITB

Jumat Curhat Polres Batang Bahas Dampak Keberadaan KITB
Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono menyerahkan bingkisan kepada warga yang membutuhkan usai menggelar Jumat Curhat, (03/09/2026)(Foto: Polres Batang)

Batang_Spektroom: Kegiatan Jumat Curhat Polres Batang pekan ini mengetengahkan topik dampak keberadaan KITB, bagi masyarakat Pantura Batang, di Mako Polsek Subah, Jumat 4 Agustus 2026.

Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dan komunikasi dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan komunikasi antara kepolisian dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan masyarakat.

Warsono mengatakan program Jumat Curhat merupakan Forum penting untuk menyerap informasi dan mengetahui berbagai persoalan yang terjadi langsung di tengah masyarakat.

“Program Jumat Curhat sebagai wadah silaturahmi. Kegiatan ini wujud kolaborasi dan sinergitas serta komunikasi dengan unsur-unsur terkait,” katanya.

Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, namun juga peran seluruh elemen masyarakat.

Ia mencontohkan perbandingan jumlah polisi dengan masyarakat di Batang yang mencapai sekitar satu berbanding 1.000.

Kondisi tersebut membuat kepolisian membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan.

Karena itu, ia meminta tiga pilar, yakni pemerintah, TNI, dan Polri, semakin aktif membangun sinergi, kolaborasi, dan komunikasi hingga tingkat wilayah.

“Modal awal wilayah agar semua kegiatan berjalan adalah aman. Saya berharap seluruh wilayah di Kabupaten Batang aman, karena akan berdampak ke wilayah yang lain,” ujarnya.

Keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) memberi perubahan lingkungan yang membawa dampak positif sekaligus tantangan baru bagi masyarakat.

“Sekarang Batang menjadi ikon pusat ekonomi. Oleh sebab itu mari kita tingkatkan SDM kita dan harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan,” katanya.

Generasi muda juga didorong untuk meningkatkan kemampuan agar mampu mengambil peluang yang muncul dari perkembangan ekonomi daerah.

Sementara dalam sesi tanya jawab, Pendeta Stefanus Yadi menyampaikan bahwa jembatan timbang setiap hari sekitar pukul 09.30 dan 16.30 WIB ditutup sehingga menimbulkan antrean kendaraan.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan parkir di depan gereja dan mengganggu aktivitas.

Keluhan tersebut langsug direspon Kombes Pol Warsono dengan meminta Kapolsek Subah bersama Satuan Lalu Lintas melakukan koordinasi dengan pengelola jembatan timbang mengenai jam operasional.

“Laksanakan koordinasi dengan jembatan timbang tentang jam operasionalnya supaya tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan lain dan membahayakan pengguna jalan. Saya tunggu progres,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Desa Kumejing Ahmad Yusuf menyampaikan perkembangan KITB memberikan dampak positif berupa penyerapan tenaga kerja.

Namun, meningkatnya aktivitas kendaraan juga membuat lalu lintas di jalur Pantura semakin padat.

Ia mengusulkan pemasangan lampu lalu lintas di simpang tiga Wuni, Tenggulangharjo, melalui Musrenbang.

Selain itu, aktivitas pekerja yang menggunakan jalur permukiman juga disebut berpotensi menimbulkan konflik dengan warga

Berita terkait

Bukan Sekadar Baca Buku, Sawahlunto Bekali 250 Agen Literasi untuk Melawan Hoaks

Bukan Sekadar Baca Buku, Sawahlunto Bekali 250 Agen Literasi untuk Melawan Hoaks

Sawahlunto-Spektroom: Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, memperkuat kapasitas guru, pustakawan, pengelola perpustakaan dan pegiat literasi untuk menghadapi derasnya arus informasi digital. Sebanyak 250 peserta disiapkan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Tahun 2026 yang digelar dalam enam gelombang. Bimtek gelombang pertama dibuka Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto Afrizon

Riswan Idris, Rafles