Jurnalis Forwapel Kalsel Kunjungi Terminal Penumpang dan Roro di Terminal Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak Surabaya

Jurnalis Forwapel Kalsel Kunjungi Terminal Penumpang dan Roro di Terminal Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak Surabaya
Para Jurnalis Forwapel Kalsel berkunjung ke Tanjung Perak Surabaya. (Foto: Junaidi/Spektroom)

Junaidi, Agung Yunianto

Kalsel-Spektroom : Adam Novendra K, Branch Manager Penumpang dan Roro Terminal Gapura Surya Nusantara, Tanjung Perak Surabaya, menyambut gembira dan menyambut hangat kedatangan Para Jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Pelabuhan (Forwapel) Kalimantan Selatan ke Terminal Penumpang Gapura Surya Surabaya, Rabu (8/4/2026).

Para Jurnalis Forwapel Kalsel berkunjung ke Tanjung Perak Surabaya.(Foto Junaidi/Spektroom)

Dalam kunjungan ini, Adam Novendra mengajak Para Jurnalis Forwapel berkeliling melihat Kawasan Penumpang Gapura Surya Nusantara. Kawasan yang dilihat Pintu Masuk Penumpang, Pujasera dan Area Sun Set di lantai 3 depan Pujasera, yang membuat Para pengunjung bisa makan dan minum sambil menikmati pemandangan kapal hilir mudik dan sunset yang indah di sore hari.

"Untuk kapasitas tunggu Penumpang, di Pelabuhan ini sekitar 4000 penumpang. Berbagai fasilitas Kami sediakan, mulai dari ruang tunggu, Mushola, rest room dan Pujasera," kata Adam Novendra, memberikan informasi kepada Para Jurnalis Forwapel.

Selain Pelabuhan Penumpang dan barang , menurut Adam Novendra, sebagai Pelabuhan Internasional, pelabuhan ini juga disinggahi Kapal Pesiar dari Mancanegara.

"Tahun ini tercatat 18 kali Kapal Pesiar yang singgah di Terminal Pelabuhan. Sebagai upaya ini, Kami dari Pihak Pelabuhan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah menggelar Pasar UMKM," ungkapnya.
Dagangan yang digelar mulai dari makanan kering, batik, aneka seni rupa serta berbagai macam oleh-oleh khas Jawa Timur.

Sementara itu, Suprayogi Sumarkan, Junior Manager Umum dan Humas Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan yang turut mendampingi mengatakan, kunjungan ini sebagai perbandingan agar bisa diterapkan di Pelindo Banjarmasin.

"Untuk daya tarik wisata, di Banjarmasin masih kurang, dibandingkan dengan Kalimantan Tengah saja kita masih ketinggalan," ungkapnya.

Ia mencontohkan seperti Kawasan Wisata Tanjung Puting, di wilayah tersebut ada sekitar 11 - 15 ribu Wisatawan Mancanegara yang berkunjung.

"Berbeda dengan di Kalimantan Selatan seperti di Pulau Bakut yang mana habitatnya dan pengelolaan masih belum profesional, sehingga mengurangi minat Wisatawan," ujarnya.

Ia berharap kunjungan ini bisa memberikan dampak ekonomi, terutama untuk kemajuan Kalimantan Selatan.

Berita terkait

Wabup Sleman: Jip Merapi Anugerah yang Harus Dioptimalkan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Wabup Sleman: Jip Merapi Anugerah yang Harus Dioptimalkan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Sleman–Spektroom : Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menerima kunjungan studi komparatif dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terkait pengelolaan jasa transportasi wisata jip di Omah Petroek, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Selasa (23/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi forum berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan wisata jip yang

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Kasus Perkawinan Anak di Banyumas Menurun, Pencegahan Tetap Jadi Prioritas

Kasus Perkawinan Anak di Banyumas Menurun, Pencegahan Tetap Jadi Prioritas

Banyumas-Spektroom : Upaya pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Banyumas mulai menunjukkan hasil positif. Dalam tiga tahun terakhir, angka perkawinan anak mengalami penurunan signifikan. Namun, Pemerintah Kabupaten Banyumas dan berbagai pemangku kepentingan menilai tantangan tersebut belum sepenuhnya teratasi sehingga langkah pencegahan harus terus diperkuat. Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas, Eny Sadewo, Selasa

Bian Pamungkas
Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD Untuk Ekspor ke India-Pakistan

Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD Untuk Ekspor ke India-Pakistan

Jakarta – Spektroom :  Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan Holding Pangan BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait ekspor komoditas gambir. Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, pada Selasa

Nurana Diah Dhayanti