Trending

Juru Sembelih Halal Mesti Memahami Standar Penyembelihan SKNNI

Juru Sembelih Halal Mesti Memahami Standar Penyembelihan SKNNI
Narasumber Fajar Setiawan memperlihatkan pisau standar yang digunakan untuk melakukan penyembelihan sesuai standar SKNNI, Jumat (16/1/26). (Foto: Sigit).

Spektroom – Walisongo Halal Center terus memperkuat peranannya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang halal. Sebagai lembaga yang menaungi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) sekaligus pendamping Proses Produksi Halal (PPH), Walisongo Halal Center secara rutin menyelenggarakan pelatihan bagi Juru Sembelih Halal (Juleha).

Pelatihan yang digelar secara daring ini berlangsung sebulan sekali dan berskala nasional. Pada pelaksanaan Kamis (15/1/2026), kegiatan dipusatkan dari Gedung Laboratorium Dakwah UIN Walisongo Semarang dan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi para Juleha agar sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Narasumber pelatihan, Fajar Setiawan, menegaskan bahwa penguasaan standar SKKNI menjadi syarat mutlak bagi setiap juru sembelih halal.

“Dalam SKKNI Juru Sembelih Halal terdapat sepuluh standar kompetensi. Meskipun ada beberapa poin yang menjadi inti, seluruh standar tetap harus dikuasai, dipahami, dan diterapkan dengan benar oleh para Juleha,” ujar Fajar saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, pemenuhan seluruh standar tersebut menjadi landasan penting agar seorang juru sembelih halal dinyatakan kompeten dan sesuai ketentuan nasional.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Salah satu peserta asal Padang, Rahman, menanyakan terkait spesifikasi pisau yang layak digunakan untuk penyembelihan, khususnya saat momentum Iduladha.

Menanggapi hal itu, Fajar menyampaikan bahwa pisau idealnya memenuhi standar SNI. Namun, dalam kondisi tertentu, pisau buatan pandai besi lokal tetap dapat digunakan asalkan memiliki ketajaman yang memadai.

Terkait praktik penyembelihan, Fajar menegaskan bahwa sesuai SKKNI terbaru Nomor 147 Tahun 2022 dan syariat Islam, penyembelihan yang sah harus memutus empat saluran utama pada leher hewan, yakni saluran pernapasan (hulqum), saluran makanan (mari), serta dua saluran darah berupa vena jugularis dan arteri karotis.

“Keempat saluran tersebut harus terputus secara cepat dan sempurna dalam satu kali gerakan. Hal ini penting untuk memastikan kehalalan, efektivitas penyembelihan, sekaligus memenuhi prinsip kesejahteraan hewan,” pungkasnya.

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Banyuwangi-Spektroom :  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 73 pejabat pengawas yang akan bertugas di kelurahan dan kecamatan, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis malam (29/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seperti melayani dengan ramah dan senyuman,

Julianto
Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP