Jutaan Penumpang Jadi Peluang UMKM di Sekitar Stasiun Yogyakarta
YOGYAKARTA — Bagi pelaku usaha kecil di sekitar Stasiun Yogyakarta, ramainya arus penumpang bukan sekadar pemandangan sehari-hari. Jutaan orang yang datang dan pergi menjadi potensi pasar yang dapat ikut menggerakkan usaha mereka.
Stasiun Yogyakarta selama ini menjadi salah satu titik penting mobilitas masyarakat. Penumpang kereta api tidak hanya membutuhkan perjalanan menuju tempat tujuan, tetapi juga berbagai kebutuhan lain, mulai dari makanan, minuman, transportasi lanjutan hingga kebutuhan selama berada di Kota Yogyakarta.
Besarnya potensi tersebut terlihat dari jumlah pengguna kereta api di wilayah PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Sepanjang semester I 2026, tercatat sekitar 13,4 juta penumpang menggunakan layanan kereta api, terdiri atas 6,9 juta penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), 5,2 juta pengguna Commuter Line, dan 1,3 juta pengguna KA Bandara.
Bagi pelaku UMKM, tingginya mobilitas tersebut menjadi peluang untuk memperluas pasar, terutama karena Stasiun Yogyakarta berada di kawasan yang dekat dengan berbagai pusat aktivitas masyarakat dan wisata.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, penguatan konektivitas antarmoda di Stasiun Yogyakarta diharapkan turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan semakin mudahnya akses transportasi lanjutan dari dan menuju Stasiun Yogyakarta, integrasi antarmoda juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Feni, Senin (31/8/2026).
KAI Daop 6 saat ini mulai merancang pembangunan area hub intermoda di sisi selatan Stasiun Yogyakarta. Area tersebut akan menjadi lokasi naik dan turun penumpang dari berbagai moda transportasi.
Konektivitas itu nantinya melibatkan sejumlah moda, seperti Trans Jogja, taksi online, ojek online hingga becak listrik.
Menurut Feni, kemudahan mobilitas tidak hanya menguntungkan penumpang, tetapi juga dapat membuka peluang bagi pelaku usaha di sekitar kawasan stasiun.
“Semakin mudah akses dan mobilitas masyarakat, semakin besar pula peluang bagi aktivitas ekonomi di sekitar kawasan stasiun untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
UMKM kuliner, perdagangan kecil, jasa transportasi hingga sektor pariwisata berpotensi menjadi bagian dari rantai ekonomi yang terbentuk dari tingginya mobilitas tersebut.
Dengan demikian, pengembangan Stasiun Yogyakarta sebagai simpul transportasi terintegrasi tidak hanya menyangkut perpindahan penumpang.
Di balik arus jutaan orang yang melintas, terdapat peluang bagi usaha-usaha kecil untuk mendapatkan pasar, meningkatkan transaksi, dan ikut tumbuh bersama geliat ekonomi Kota Yogyakarta.