Kabut Asap Selimuti Jalur Transportasi Udara di Wamena, Manajemen Trigana Air Tunda Penerbangan

Kabut Asap Selimuti Jalur Transportasi Udara di Wamena, Manajemen Trigana Air Tunda Penerbangan
Kabut asap selimuti jalur penerbangan di Wamena. (foto: Tony Teniwut)

Wamena-Spektroom : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap dalam beberapa waktu terakhir ini, mengganggu aktivitas penerbangan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas masyarakat dan barang dari dan ke Wamena yang sangat bergantung pada transportasi udara oleh sejumlah maskapai penerbangan, salah satunya adalah Trigana Air.

Manager Trigana Air Service Wamena, Michael Biduri, mengatakan kabut asap menyebabkan jarak pandang pilot menurun sehingga penerbangan penumpang maupun kargo harus mengalami penundaan.

Kondisi tersebut menurutnya, sudah terjadi hampir sepekan terakhir ini yang berdampak langsung pada penundaan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan laporan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Sudah hampir seminggu kita mengalami keterlambatan penerbangan karena kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan untuk aturan penerbangan itu semua ikut laporan cuaca dari BMKG," kata Michael di Wamena, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurutnya, Salah satu faktor utama yang lazimnya menjadi pertimbangan dalam operasional penerbangan adalah jarak pandang. Untuk penerbangan penumpang menuju Wamena, jarak pandang harus memenuhi standar keselamatan penerbangan sebelum pesawat dapat melakukan pendaratan.

"BMKG mengeluarkan laporan itu berdasarkan jarak pandang. Artinya, jarak pandang terjauh yang digunakan pesawat penumpang itu minimal 5 kilometer. Lebih dari 5 kilometer itu barulah pesawat bisa masuk ke Wamena, ketinggian awal juga minimal harus 1.000 feet ke atas," jelasnya.

Michael menegaskan, ketentuan tersebut bukan merupakan standar yang ditetapkan secara sembarangan, melainkan bagian dari prosedur keselamatan penerbangan yang harus dipatuhi.

"Standar-standar ini yang digunakan oleh dunia penerbangan, khususnya di Wamena. Standar ini tidak seenaknya saja dikeluarkan oleh BMKG, tapi itu sudah menjadi standar penerbangan internasional agar pada saat mendarat pesawat tetap dalam keadaan aman," tandasnya.

Gangguan penerbangan akibat kabut asap tersebut tidak hanya berpotensi menghambat perjalanan penumpang, tetapi juga distribusi barang dan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Papua Pegunungan yang sebagian besar mengandalkan jalur udara.

Kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi faktor penting dalam menentukan kelancaran penerbangan dari dan menuju Wamena, terutama selama kabut asap masih menyelimuti wilayah itu.

Berita terkait

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Jakarta-Spektroom : Gemuruh pertandingan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada akhir Agustus lalu menjadi saksi perjuangan para atlet muda dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Di tengah persaingan karate yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah, lima mahasiswa UMJ tampil gemilang. Mereka bukan sekadar ikut bertanding, tetapi pulang membawa lima gelar Juara

Irvan Idris Saleh, Julianto