Trending

KAI Daop 4 Perkuat Pencegahan Pelecehan Seksual di Kereta

KAI Daop 4 Perkuat Pencegahan Pelecehan Seksual di Kereta
Masyarakat harus berani melapor tindak pelecehan seksual diatas kereta api. ( Foto : Karindra).

Semarang-Spektroom : Keberanian melapor menjadi salah satu kunci untuk mencegah pelecehan seksual di transportasi publik. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang mengajak penumpang segera melaporkan kejadian yang dialami atau disaksikan agar korban memperoleh bantuan dan kasus dapat ditindaklanjuti.

Ajakan tersebut disampaikan dalam talkshow bertema “Anti-Pelecehan Seksual, Perkuat Perlindungan Pelanggan” di Stasiun Semarang Tawang, Kamis (22/10). Kegiatan bertajuk No Harassment on Rails itu menghadirkan perwakilan KAI, kepolisian, dan masyarakat pengguna kereta api.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, laporan dari korban maupun saksi menjadi informasi awal bagi petugas untuk menelusuri kejadian dan mengambil langkah penanganan.

“Ketika menjadi korban ataupun mengetahui kejadian pelecehan, kuncinya adalah melapor kepada petugas kami. Itu menjadi informasi awal untuk mencari pelaku dan memberikan sanksi agar tidak terulang,” ujarnya.

Penumpang dapat menyampaikan pengaduan kepada petugas di stasiun maupun di dalam kereta. Pelaporan juga bisa dilakukan melalui Contact Center 121 dan aplikasi Access by KAI.

Setiap laporan akan ditindak lanjuti sesuai prosedur, termasuk pemberian bantuan awal kepada korban dan koordinasi dengan kepolisian apabila diperlukan.
Selain memperkuat mekanisme pengaduan, KAI melakukan pencegahan melalui penyediaan informasi gender penumpang di sebelah calon penumpang saat pemesanan tiket.

Fasilitas pendukung kenyamanan perempuan, seperti ruang menyusui dan toilet perempuan, juga tersedia di stasiun maupun kereta.
Penggunaan kamera pengawas atau CCTV, penerangan, dan patroli turut menjadi bagian dari upaya pengamanan lingkungan perkeretaapian.

Kanit 2 Subdit I Ditres PPA-PPO Polda Jawa Tengah AKP Yuni Utami menjelaskan mekanisme penanganan kasus pelecehan seksual, mulai dari penerimaan laporan hingga proses hukum. Pembahasan juga mencakup hak korban atas pendampingan, perlindungan identitas, serta pentingnya menjaga bukti dan keterangan saksi yang relevan.

Sementara itu, perwakilan pengguna kereta api Umi Kharisma Wati menyampaikan perspektif masyarakat, termasuk faktor yang membuat korban atau saksi terkadang ragu melapor.

Ketua panitia talkshow, Damar dari komunitas KRDE, mengatakan edukasi diperlukan agar masyarakat mengenali bentuk pelecehan, memahami saluran pengaduan, dan mengetahui perlindungan hukum yang tersedia.

Melalui kolaborasi dengan kepolisian dan komunitas, KAI Daop 4 berharap tercipta budaya saling menjaga sehingga seluruh penumpang dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

Berita terkait

Hari Santri Nasional 2026, Jeffry Hibatullah Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

Hari Santri Nasional 2026, Jeffry Hibatullah Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto, H. Jeffry Hibatullah, menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Bola Kaki Ombilin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis (22/10/2026). Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan bangsa

Riswan Idris, Rafles