KAI Daop 5 Perkuat Jalur Kereta Api Hadapi Musim Hujan dan Nataru
Purwokerto-Spektroom : PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto memperkuat keandalan jalur kereta api untuk mengantisipasi dampak musim hujan sekaligus mempersiapkan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Hingga Oktober 2026, sejumlah pekerjaan perawatan dan peningkatan prasarana telah dilakukan, mulai dari penambahan batu balas, peremajaan rel dan bantalan, hingga penggantian jembatan. Langkah ini ditujukan untuk menjaga stabilitas jalur serta mendukung keselamatan perjalanan kereta api di tengah potensi peningkatan curah hujan.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan kesiapan prasarana menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional kereta api, terutama saat memasuki musim hujan.
“Persiapan menghadapi musim hujan dan Angkutan Nataru kami lakukan melalui pemeliharaan serta peningkatan kualitas prasarana secara terencana. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memastikan jalur kereta api berada dalam kondisi andal,” ujar As’ad dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan data hingga Oktober 2026, KAI Daop 5 telah menambahkan 14.160 meter kubik batu balas, meremajakan 1.499 batang bantalan rel yang terdiri atas bantalan beton, sintetis, dan kayu, serta mengganti rel sepanjang 6.850 meter.
Selain perawatan jalur, KAI Daop 5 juga menyelesaikan penggantian empat jembatan pendek menggunakan konstruksi box culvert. Konstruksi tersebut diharapkan meningkatkan kekuatan dan stabilitas prasarana, sekaligus mendukung kelancaran aliran air ketika debit meningkat akibat hujan.
Empat titik pekerjaan itu meliputi BH 1462 antara Stasiun Meluwung–Cipari, BH 1526 dan BH 1527 antara Stasiun Kawunganten–Jeruklegi, serta BH 1735A di hulu KM 445+163 antara Stasiun Sruweng–Kebumen.
Di samping pekerjaan fisik, KAI Daop 5 melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi jalur di seluruh wilayah operasional. Pengawasan ini bertujuan mendeteksi sejak dini potensi gangguan akibat curah hujan tinggi, perubahan kondisi tanah, maupun faktor lingkungan lainnya.
As’ad menegaskan, setiap potensi gangguan yang ditemukan akan ditindak lanjuti sesuai kebutuhan dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api.
“Kami berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan dalam setiap aspek operasional. Dengan kesiapan prasarana yang terjaga dan pengawasan yang berkelanjutan, kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan kereta api selama libur Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya.