KAI Daop 6 Yogyakarta Imbau Masyarakat Gunakan Perlintasan Resmi dan Jauhi Jalur Kereta Api

KAI Daop 6 Yogyakarta Imbau Masyarakat Gunakan Perlintasan Resmi dan Jauhi Jalur Kereta Api
Seorang pria lanjut usia meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Bengawan di jalur rel sebelah timur Fly Over Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 17.25 WIB.

Yogyakarta – PT KAI Daop 6 Yogyakarta kembali mengingatkan masyarakat agar hanya menggunakan perlintasan sebidang resmi serta tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api demi menjaga keselamatan bersama.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden tertempernya seorang warga oleh KA 282 Bengawan relasi Pasarsenen–Purwosari di Km 162+0 petak jalan Lempuyangan–Maguwo pada Minggu (2/8) sekitar pukul 17.25 WIB.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa seluruh awak dan penumpang KA Bengawan dalam kondisi selamat. Kereta juga dapat melanjutkan perjalanan pada pukul 17.30 WIB setelah penanganan dilakukan.

"KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini dan berharap peristiwa serupa tidak terulang. Masyarakat kami imbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu yang berlaku, berhenti sejenak sebelum melintasi perlintasan sebidang, serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas," ujar Feni.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel karena memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan. KAI juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuat maupun menggunakan perlintasan liar yang tidak dilengkapi fasilitas keselamatan.

Menurut Feni, penggunaan perlintasan resmi yang telah dilengkapi rambu-rambu keselamatan merupakan langkah penting untuk mengurangi potensi kecelakaan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Gunakan hanya perlintasan resmi dan pastikan jalur benar-benar aman sebelum melintas. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali," pungkasnya.

KAI Daop 6 Yogyakarta juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan KA Bengawan atas gangguan perjalanan yang terjadi akibat insiden tersebut.

Berita terkait

Dosen Pendidikan Sosiologi Unimerz Makassar hadiri Rakernas APPSANTI 2026,rumuskan Kompetensi Lulusan Nasional

Dosen Pendidikan Sosiologi Unimerz Makassar hadiri Rakernas APPSANTI 2026,rumuskan Kompetensi Lulusan Nasional

Makassar - Spektroom :Delegasi dosen Program Studi S1 Pendidikan Sosiologi Universitas Megarezky (Unimerz) turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia APPSANTI 2026 yang dirangkaikan dengan Carvenos 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Sebelas Maret UNS, Surakarta, 31

Yahya Patta, Bian Pamungkas
Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin: APBN Terlihat Sehat, Tapi Cadangan Negara Terus Menipis

Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin: APBN Terlihat Sehat, Tapi Cadangan Negara Terus Menipis

Makassar- Spektroom. : Di tengah optimisme pemerintah terhadap kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), muncul catatan yang dinilai tidak boleh diabaikan. Penyusutan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan anjloknya kas pemerintah pusat dinilai menjadi sinyal bahwa ketahanan fiskal Indonesia sedang menghadapi ujian. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Yahya Patta, Buang Supeno
Pemkab Tanah Datar Perkuat Kerja Sama Antar Daerah untuk Kendalikan Inflasi, Targetkan Delapan KAD pada 2026

Pemkab Tanah Datar Perkuat Kerja Sama Antar Daerah untuk Kendalikan Inflasi, Targetkan Delapan KAD pada 2026

Tanah Datar–Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui penguatan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Riswan Idris, Rafles