Trending

Kala Motor ASN Ditindak, Jasa Antar-Jemput Jadi Celah Baru

Kala Motor ASN Ditindak, Jasa Antar-Jemput Jadi Celah Baru
Ilustrasi Petugas Suku Dinas Perhubungan Kota Jakarta Selatan operasi cabut pentil sepeda motor parkir di bahu jalan (Foto : Dishub Jaksel)

Jakarta - Spektroom : Pagi itu, matahari baru saja meninggi di langit Jakarta Selatan. Namun, suasana di sekeliling Kantor Wali Kota sudah riuh, tidak seperti biasanya. Beberapa sepeda motor berjejer pasrah. Kendaraan-kendaraan itu baru saja dicabut pentil oleh petugas Suku Dinas Perhubungan. Pemiliknya bukan warga biasa yang terjaring razia parkir liar, melainkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nekat melanggar aturan.

Langkah drastis ini merupakan buntut dari Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 6 Tahun 2025 yang diteken oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Aturan tersebut mewajibkan seluruh ASN Pemprov DKI untuk beralih ke transportasi umum setiap hari Rabu.

Kebijakan ini lahir dari keprihatinan mendalam. Pada malam puncak HUT Ke-499 Jakarta, Gubernur Pramono sempat menyoroti beban berat ibu kota yang harus menampung pergerakan 4 juta orang setiap harinya. ASN diharapkan menjadi pionir penekan dan polusi.

Namun, kucing-kucingan antara petugas dan pegawai negeri tampaknya belum usai. Di balik ketatnya penjagaan gerbang, sebuah fenomena baru muncul ke permukaan: siasat antar-jemput.

Beberapa pegawai menyiasati larangan dengan memanfaatkan anggota keluarga atau layanan carpool. Mereka menumpang mobil pribadi, lalu turun di titik aman yang tak jauh dari gerbang kantor. Dari sana, mereka melangkah santai memasuki area kerja, seolah-olah baru saja turun dari bus Transjakarta atau MRT.

Taktik ini rupanya tidak luput dari pandangan mata kelisik pihak inspektorat. Kepala Inspektur Pembantu Wilayah Kota Jakarta Selatan, Nirwan Nawawi, mengakui adanya celah ini.

Menurutnya, praktik berlindung di balik kendaraan pribadi orang lain tetap menodai esensi gerakan. Esensi utama aturan ini adalah pengurangan emisi dan kemacetan secara nyata, bukan sekadar formalitas aman dari tilang.

Sanksi tegas sebenarnya sudah menanti. Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Octavianus, menegaskan kendaraan pribadi milik ASN tidak akan diizinkan masuk dan pemiliknya akan didata. Bagi motor yang telanjur diderek, catatan hitam peringatan akan langsung dikirim ke meja kepegawaian.

Bagi mereka yang memilih jalur antar-jemput, hukuman fisik atau denda mungkin belum menyentuh mereka. Namun, ada harga lain yang harus dibayar: "pengawasan sosial" dari rekan kerja dan masyarakat sekitar yang melihat.

Pada akhirnya, bersihnya langit Jakarta pada hari Rabu tidak bisa dimenangkan hanya dengan mobil derek atau operasi cabut pentil. Keberhasilan aturan ini bertumpu pada satu hal yang lebih mendasar: kesadaran moral para abdi negara untuk benar-benar melepas kenyamanan kendaraan pribadi demi kota yang lebih bernapas.

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Banyuwangi-Spektroom :  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 73 pejabat pengawas yang akan bertugas di kelurahan dan kecamatan, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis malam (29/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seperti melayani dengan ramah dan senyuman,

Julianto