Kala Palawija Ikut Terpanggang Kemarau: Harga Naik, Pedagang Kecil Menjerit

Kala Palawija Ikut Terpanggang Kemarau: Harga Naik, Pedagang Kecil Menjerit
Suasana Pasar Deprok,Cipinang Muara, Sabtu (25/7/2026) ( FotoSpektroomm)

Jakarta - Spektroom : Matahari belum terlalu tinggi di atas Pasar Deprok, Cipinang Muara, Jakarta Timur. Namun, Hari (42) sudah terduduk lesu di depan kiosnya. Di hadapannya, bukan lagi karung-karung goni berisi kacang tanah lokal yang wangi tanah, melainkan tumpukan kemasan plastik putih bening.

"Goni lokal sudah gaib! Sekarang gantinya plastik dari Cina semua. Ini juga untung-untungan dapetnya," ketus Hari sambil menepuk salah satu bungkusan plastik impor tersebut.

Hari baru saja menelan pil pahit. Pesanan satu truk penuh kacang tanah miliknya hanya dikirim setengah oleh pihak pemasok. Kelangkaan ini membuat harga kacang tanah melonjak ugal-ugalan. Dari harga normal Rp32.000 hingga Rp35.000 per kilogram, kini melesat hingga menyentuh Rp40.000 bahkan Rp50.000 per kilogram.

Hari pedagang kacang tanah(Foto Spektroom)

Penyebanya adalah kemarau panjang yang membakar habis asa para petani di daerah sentra Pulau Jawa, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sebagian Jawa Barat. Sawah-sawah retak memicu gagal tanam, area lahan menyusut, dan hasil panen merosot drastis.

Roda Pasokan yang Tersendat

Selesai di tingkat petani, masalah berlanjut ke rantai distribusi. Aliran palawija ke ibu kota yang biasanya mengandalkan pasar induk seperti PT. Karya Baru Indonesia di Pasar Induk Cipinang kini ikut megap-megap. Ketika stok lokal menipis, pasar terpaksa membuka keran pasokan dari luar negeri.

Bagi pedagang kecil seperti Hari, kondisi ini memaksa mereka memutar otak ekstra keras. Ia harus membagi pasokan yang minim secara adil kepada sesama pedagang agar semua bisa menyambung hidup.

"Sekarang mah yang penting muter aja, Mbak. Ngambil untung tipis banget, paling Rp2.000 per kilo. Kalau mahal-mahal, kagak ada yang mau beli. Yang penting dapur di rumah tetep ngebul," keluh Hari sambil menyeka keringat di dahinya.

Efek Domino ke Piring Rakyat

Jeritan dari Pasar Deprok ini gaungnya sampai ke Asep asal Banjarnegara, Jawa Tengah, Pedagang susu kedelai di kawasan Pasar Pondok Bambu, merasakan langsung hantaman kemarau ini. Harga kedelai dan plastik pembungkus yang kompak naik membuatnya tidak punya pilihan lain selain menaikkan harga jual.

"Mau bagaimana lagi, bahan bakunya mencekik. Terpaksa susu kedelai bungkusan kecil saya naikkan dari Rp2.500 jadi Rp3.000. Pembeli banyak yang protes, dikira saya cari untung banyak," keluh Asep

Asep penjual susu kedelaii ( Foto Spektroom )

Pusingnya Asep menular kepada Ibu Ratna (50), seorang penjual ketoprak dan gado-gado keliling. Baginya, menaikkan harga adalah hal yang tabu jika tidak ingin gulung tikar.

"Duh, pusing tujuh keliling! Mau naikin harga seribu per piring aja takutnya setengah mati. Takut pembeli kabur ke tukang lain. Akhirnya ya bumbu kacangnya agak diiritin sedikit, atau porsinya yang disesuaikan. Mau gimana lagi, kacang mahal, tahu tempe juga ikutan seret," curhat Ibu Ratna nestapa.

Makanan merakyat yang biasanya murah meriah seperti ketoprak, gado-gado, karedok, hingga lauk wajib tahu dan tempe kini berada di posisi terjepit akibat biaya produksi yang membengkak.

Menanti Tangan Pemerintah

Melihat gejolak yang kian liar, pemerintah mulai turun tangan melakukan intervensi guna menstabilkan pasokan dan harga di pasar. Langkah cepat diambil dengan menetapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) serta mengucurkan subsidi kedelai untuk menahan laju inflasi pangan.

Penanganan krisis lintas sektor ini kini dikoordinasikan ketat oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Mereka bersinergi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Masyarakat dan pedagang kecil kini hanya bisa berharap, koordinasi di atas kertas tersebut bisa segera mendinginkan harga palawija yang terlanjur terpanggang terik kemarau.

Berita terkait

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp136 juta kepada kelompok masyarakat rentan di Kota Sawahlunto. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Kamis (30/7/26) dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sawahlunto Rovanly Abdams, mewakili Wali Kota Sawahlunto. Program ATENSI

Riswan Idris, Rafles