Kalteng Siaga Dampak BBM, Gubernur Tekankan Pengawasan Ketat hingga Distribusi Tepat Sasaran
Palangka Raya-Spektroom: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengencangkan langkah menghadapi potensi gejolak harga akibat kenaikan BBM. Agustiar Sabran menegaskan pentingnya pengawasan distribusi serta koordinasi lintas sektor agar dampaknya tidak merembet luas ke masyarakat.
Rapat koordinasi yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur, Senin, (20/05/2026) menjadi titik tekan awal. Tujuannya jelas: BBM bukan sekadar energi, tapi urat nadi ekonomi daerah. Salah kelola sedikit, efeknya bisa ke mana-mana harga pangan naik, inflasi terdorong, masyarakat bawah yang paling terasa.
Kebutuhan BBM di Kalteng sendiri terbilang tinggi, ditopang distribusi dari sejumlah depot seperti Pulang Pisau, Sampit, dan Pangkalan Bun. Karena itu, pemerintah mendorong penyesuaian distribusi berbasis kebutuhan riil, terutama di wilayah dengan aktivitas tinggi seperti perkebunan, pertambangan, dan pertanian.
"Distribusi harus tepat sasaran. Jangan sampai subsidi bocor, sementara masyarakat yang berhak justru kesulitan,” tegas Agustiar Sabran.
Pengawasan juga tak lagi cukup cara lama. Gubernur mendorong pemanfaatan teknologi mulai dari pelacakan distribusi berbasis GPS sampai pemantauan langsung di SPBU.
Tujuannya satu: menutup celah permainan di lapangan. Di sisi lain, pengaturan pola distribusi ikut disorot. Skema waktu layanan antara BBM subsidi dan non-subsidi dinilai bisa jadi solusi untuk meredam antrean dan potensi penumpukan.

Sementara itu, Linae Victoria Aden menekankan pentingnya menjaga pasokan tetap stabil lewat koordinasi intensif dengan Pertamina dan pemangku kepentingan lain. Ia juga menggaris bawahi perlunya penegakan hukum terhadap praktik penimbunan dan penyalahgunaan subsidi.
Langkah pengendalian inflasi turut disiapkan: monitoring harga, sidak pasar, hingga intervensi jika diperlukan. Bantuan sosial dan operasi pasar juga disiapkan sebagai bantalan agar daya beli masyarakat tidak jatuh.
“Stok aman saja tidak cukup. Yang penting distribusinya lancar dan diawasi ketat,” tambah Linae Victoria Aden.
Dengan kombinasi pengawasan ketat, teknologi, dan koordinasi lintas sektor, Pemprov Kalteng berupaya menjaga situasi tetap terkendali. Tantangannya biasa distribusi dan disiplin di lapangan. Kalau dua itu beres, gejolak bisa ditekan. Kalau tidak, antrean panjang dan harga melonjak tinggal tunggu waktu. (Polin-Alqinaya)