Perkuat Pengawasan Internal, Polda Kalbar Mulai Audit Kinerja 2026

Perkuat Pengawasan Internal, Polda Kalbar Mulai Audit Kinerja 2026
Irwasda Polda Kalbar Kombes pol Irwan saat menyampaikan paparan . Foto: Bid Humas Polda Kalbar.

Pontianak – Spektroom — Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) resmi memulai Audit Kinerja Tahap I Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah memperkuat pengawasan internal dan memastikan tata kelola organisasi berjalan akuntabel.

Kegiatan ini dibuka dalam Taklimat Awal di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Senin (20/04/2026).
Audit dipimpin Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) dan dihadiri jajaran pejabat utama Polda Kalbar.

Sementara para Kapolres dan satuan wilayah mengikuti secara virtual melalui video conference, menandai keterlibatan menyeluruh hingga ke tingkat operasional.

Irwasda Polda Kalbar, Kombes Pol Irwan, menegaskan audit tahap pertama ini berfokus pada aspek perencanaan dan pengorganisasian Menurutnya, dua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan seluruh program kepolisian berjalan tepat sasaran dan sejalan dengan tujuan organisasi.

“Audit ini menjadi instrumen awal untuk menguji apakah proses perencanaan sudah tepat, terarah, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Keselarasan antara program dan tujuan organisasi harus benar-benar dijaga,” ujar Irwan dalam arahannya.

Ia juga menekankan bahwa pengawasan sejak tahap perencanaan merupakan strategi preventif untuk menekan potensi penyimpangan, sekaligus meningkatkan kualitas kinerja institusi secara menyeluruh.

Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono menyebut audit kinerja sebagai bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan prinsip good governance. Ia menilai penguatan pengawasan internal menjadi kunci dalam menjaga integritas lembaga di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi.

“Setiap penggunaan anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan profesional. Audit ini memastikan pengelolaan anggaran berjalan efektif, efisien, dan ekonomis,” kata Bambang.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hasil audit tidak hanya menjadi bahan evaluasi internal, tetapi juga acuan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Fokus utama diarahkan pada fungsi-fungsi strategis seperti penyidikan dan pengelolaan keuangan, yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap kepercayaan masyarakat.

Pelaksanaan audit kinerja ini diharapkan mampu memperkuat budaya kerja berbasis akuntabilitas di lingkungan Polda Kalbar. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya institusi kepolisian dalam membangun transparansi serta memperkuat kepercayaan publik.

Dengan dimulainya Audit Kinerja Tahap I tahun 2026, Polda Kalbar mengirim sinyal kuat bahwa pengawasan internal tidak hanya bersifat formalitas, melainkan menjadi pilar utama dalam memastikan kinerja organisasi tetap berada di jalur profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Berita terkait