Kubu Raya Siapkan Pasar Induk Modern, Target 330 Lapak dan Waterfront City
Kubu Raya – Spektroom – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mematangkan langkah strategis pembangunan Pasar Induk Kubu Raya. Bersama tim dari Kementerian Perdagangan, pemkab melakukan identifikasi lapangan di eks Pasar Melati, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Senin (20/4/2026).
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, turun langsung meninjau kondisi pasar yang telah berusia lebih dari tiga dekade tersebut. Didampingi Wakil Ketua Tim Bidang Pengembangan Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan, Andre Prasetyo, ia memastikan kesiapan proyek telah memasuki tahap krusial.
“Persiapan kita sudah sangat matang. Ini bukan lagi wacana, tapi sudah pada tahap siap eksekusi,” kata Sujiwo di lokasi.
Menurutnya, pembangunan pasar induk bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak yang lahir dari hasil kajian komprehensif. Selain faktor usia Pasar Melati yang mencapai 35 tahun, lonjakan aktivitas ekonomi juga menjadi pertimbangan utama.
Sujiwo mengungkapkan, lebih dari 55 persen pasokan komoditas di Pasar Flamboyan, Kota Pontianak, berasal dari Kabupaten Kubu Raya. Hal ini dinilai sebagai indikator kuat bahwa daerahnya memiliki kapasitas supply yang memadai untuk menopang operasional pasar induk baru.
“Dari sisi demand terpenuhi, supply juga sangat kuat. Ini yang membuat kami optimistis pasar induk ini akan berjalan,” ujarnya.
Meski demikian, masih ada dua dokumen administratif yang tengah diselesaikan, yakni Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Sujiwo menargetkan kedua dokumen tersebut rampung dalam waktu dekat.
“Kami pastikan dua dokumen ini selesai dalam tempo singkat.
Tidak ada kendala berarti,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan pasar induk tidak akan mengorbankan pedagang lama. Pemerintah menjamin seluruh pedagang eksisting akan mendapat prioritas utama untuk menempati lapak baru.
“Pedagang lama tetap jadi prioritas. Ini penting untuk menghindari konflik sosial,” katanya.
Pasar Induk Kubu Raya dirancang dengan konsep modern dan terintegrasi. Selain fasilitas perdagangan, kawasan ini akan dilengkapi ruang terbuka hijau, jalur joging, area bermain anak, hingga konsep waterfront city. Kapasitas pasar ditargetkan mencapai 330 lapak dengan estimasi anggaran sekitar Rp30 miliar.
Sementara itu, Andre Prasetyo menyatakan pihaknya segera menindak lanjuti hasil identifikasi lapangan melalui pembahasan justifikasi teknis.
Proses ini akan menjadi dasar penerbitan rekomendasi resmi dari Menteri Perdagangan kepada Menteri Pekerjaan Umum.
“Setelah justifikasi teknis selesai, akan diterbitkan berita acara sebagai dasar rekomendasi. Ini penting agar proses penganggaran dan pembangunan bisa segera berjalan,” jelasnya.
Andre optimistis proyek ini dapat direalisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Ia menyebut dukungan lintas kementerian menjadi faktor kunci percepatan pembangunan.
“Dengan kesiapan yang ada, kami yakin ini bisa terealisasi. Termasuk rencana digitalisasi pasar yang diusulkan,” pungkasnya.