Kami Butuh Layanan Kesehatan dan Bahan Pangan dengan Harga Terjangkau
Landak-Spektroom : Sejak pagi, halaman Kantor Kecamatan Jelimpo tampak lebih ramai dari biasanya.
Di bawah langit yang masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga berdatangan satu per satu.
Sebagian mengenakan masker, sebagian lainnya menutup hidung dan mulut dengan kain seadanya.

Mereka datang bukan untuk mengurus administrasi pemerintahan.
Mereka mencari dua hal yang kini menjadi kebutuhan penting di tengah krisis asap: layanan kesehatan dan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Di antara antrean itu, Nurhayati (46), warga Desa Jelimpo, menggandeng anaknya yang sejak beberapa hari terakhir mengalami batuk dan sesak ringan.
Ia mengaku khawatir karena kualitas udara yang terus memburuk membuat keluarganya lebih sering mengalami gangguan pernapasan.
"Kalau malam batuknya makin sering. Kami memang berusaha di rumah saja, tapi asap masuk juga," ujarnya sembari menunggu giliran pemeriksaan kesehatan, Kamis (3/9/2026).
Pemandangan serupa terlihat di sejumlah kursi tunggu yang disediakan panitia.
Lansia, ibu rumah tangga, hingga pekerja kebun tampak sabar menunggu panggilan tenaga medis.
Sebagian mengeluhkan batuk, iritasi mata, hingga tenggorokan kering yang mulai dirasakan sejak kabut asap menyelimuti wilayah mereka.
Di tengah kondisi tersebut, Polres Landak menggelar Bakti Kesehatan Polri Peduli Masyarakat Terdampak Kabut Asap sekaligus Gerakan Pangan Murah.
Sebanyak 102 warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan dokter dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Jelimpo.
Tak jauh dari lokasi pemeriksaan, antrean lain terbentuk di depan truk berisi karung-karung beras.
Warga berbaris rapi menunggu giliran membeli beras murah yang dijual Rp60 ribu per lima kilogram.
Sebanyak tujuh ton beras disiapkan dalam kegiatan tersebut.
Bagi warga yang pendapatannya mulai terdampak akibat aktivitas luar ruangan yang berkurang selama musim asap, bantuan pangan murah menjadi angin segar.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari mengatakan kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan bantuan yang dibutuhkan saat menghadapi dampak karhutla.
"Polri hadir untuk membantu masyarakat, terutama ketika kondisi kabut asap berdampak pada kesehatan dan kehidupan sehari-hari warga," katanya.
Bagi masyarakat Jelimpo, kegiatan itu mungkin tidak serta-merta menghilangkan kabut yang masih menggantung di langit.
Namun, setidaknya ada rasa tenang ketika keluhan kesehatan bisa diperiksa dan kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau.
Di tengah musim asap yang belum berakhir, perhatian sederhana seperti layanan kesehatan dan beras murah menjadi bukti bahwa kepedulian masih hadir di tengah kesulitan yang mereka hadapi.