Kapolri Cup 2026 di Landak Bergulir 20 Tim Berebut Tiket ke Kapolda Cup
Landak - Spektroom : Persaingan menuju ajang Kapolda Cup 2026 mulai memanas. Sebanyak 20 tim dipastikan siap bertarung dalam turnamen Kapolri Cup 2026 "Dream to Become" yang digelar Polres Landak.
Sebelum kompetisi dimulai, seluruh peserta mengikuti technical meeting guna menyamakan pemahaman terkait aturan dan mekanisme pertandingan. Turnamen menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda melalui olahraga elektronik (e-sport) ini berlangsung pada 24-25 Juni 2026 di Cafe Toss and Lokale, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Sebanyak 120 peserta terlibat dalam kompetisi tersebut. Masing-masing tim diperkuat lima pemain inti dan satu pemain cadangan. Kehadiran puluhan tim dari berbagai kalangan menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap kompetisi e-sport yang kini semakin berkembang.
Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, Selasa (23/06/2026) mengatakan Kapolri Cup 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga sarana untuk membangun karakter generasi muda melalui kompetisi yang sehat dan sportif.
"Melalui Kapolri Cup 2026 'Dream to Become' ini, kami ingin memberikan ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi sportivitas," kata Kapolres Landak AKBP Devi Arianttari .
Juara pertama memperoleh uang pembinaan sebesar Rp2 juta, plakat, dan piagam. Juara kedua mendapatkan Rp 1,5 juta beserta plakat dan piagam. Juara ketiga menerima uang pembinaan Rp 500 ribu, plakat, dan piagam penghargaan.
Tim yang berhasil keluar sebagai juara pertama menjadi wakil Kabupaten Landak untuk berlaga pada Kapolda Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 20 Juli 2026.
Kesempatan tampil di tingkat provinsi menjadi motivasi tambahan bagi seluruh peserta untuk menampilkan performa terbaik mereka.
Kompetisi ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet e-sport potensial yang dapat mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi.
Melalui Kapolri Cup 2026 "Dream to Become", kepolisian berharap tercipta ekosistem kompetisi yang sehat sekaligus membuka jalan lahirnya talenta-talenta baru di dunia e-sport nasional.