Karakter Reog Ponorogo Raih Best Garniture pada Kompetisi FSN 2026

Karakter Reog Ponorogo Raih Best Garniture pada Kompetisi  FSN 2026
Karakter Klono Sewandono, warok, penari jathil, dadak merak, dan Bujang Ganong naik ke catwalk Wastra Praba Asmaranala pada Kompetisi FSN di Yogyakarta (ft Kominfo)

Spektroom - Karakter Reog Ponorogo berhasil meraih predikat Best Garniture di Kompetisi Fashion Show Nasional di Yogyakarta Selasa (17 /2/2026).

Menurut koordinator wilayah Indonesian Innovative Dressmaker Community ((IIDC) Ponorogo, Dian Wisudawati, para desainer di wilayahnya ambil bagian dalam Wastra Praba Asmaranala di kompetisi fashion show nasional tersebut dan mengusung enam karya gaun gala mewah yang terinspirasi karakter-karakter dalam Reog Ponorogo.

“Konsep kompetisi memang menampilkan busana malam berkilau yang terinspirasi dari tarian daerah dan wastra nusantara atau kain tradisional,” kata Dian Wisudawati Rabu (18/02/2026). Dian mengaku menghadapi tantangan dalam merancang busana gala tanpa meninggalkan ruh dan filosofi masing-masing karakter penari dalam pertunjukan reog. “Reog Ponorogo yang selama ini dikenal sebagai seni pertunjukan ditransformasikan menjadi karya wastra modern yang memukau sesuai dengan tema kompetisi,” jelasnya. Karya yang tampil di Wastra Praba Asmaranala bukanlah kostum tari, melainkan gaun gala (malam) yang wajib memenuhi standar fashion show nasional.

“Setiap detail gaun dirancang melalui proses riset literasi budaya yang melibatkan budayawan untuk memastikan pakem Reog Ponorogo tetap terjaga,” tegasnya. Diuangkapkannya, tahapan paling rumit terjadi tatkala harus menerjemahkan karakter maskulin dalam wujud balutan gaun perempuan. Dan solusinya adalah tetap mempertahankan kesan gagah, terbesar pembuatan kostum atau gaun gala tersebut justru muncul ketika karakter maskulin seperti Warok dan Klono Sewandono harus diwujudkan dalam balutan gaun perempuan. Kesan gagah tetap dipertahankan, namun tetap menghadirkan siluet anggun dan mewah.

“Warok itu figur laki-laki, Klono Sewandono juga laki-laki. Kami harus berpikir keras bagaimana membuat gaun malam yang gagah tapi tetap anggun saat dipakai perempuan,” tuturnya. Menurutnya, detail garniture menjadi nilai penting dalam penilaian juri, terlebih sentuhan kain batik, penyulaman, serta pemasangan payet memerlukan ketelitian yang tinggi. Salah satu gaun bertema Bujang Ganong bahkan meraih penghargaan Best Garniture di kelas utama.

“Garniture adalah hiasan seperti sulam, aplikasi batik tulis, payet. Gaun gala yang terinspirasi Bujang Ganong mendapatkan Best Garniture Kelas Utama,” terangnya. Diungkapkannya, seluruh proses pengerjaan memakan waktu sekitar lima bulan. Dimulai dari pendalaman filosofi tari, penyusunan konsep atau moodboard, pencarian kain, hingga tahap produksi melalui beberapa kali koreksi.

“Penilaian sudah dilakukan sebelum fashion show berlangsung. Melalui proses fitting, wawancara, dan penilaian teknis, karena kualitas karya menjadi fokus utama,” ujarnya. Panitia Fashion Show mematok syarat ketat terkait penggunaan bahan. Sesuai aturan kompetisi, sebanyak 75 persen material yang digunakan merupakan wastra lokal nonpabrikan yang terdiri batik tulis, batik cap, tenun, dan lurik.

“Penggunaan wastra menjadi komitmen untuk mendukung UMKM serta mengangkat citra kain tradisional agar tampil modern dan berkelas,” ucap Dian. Dijelaskan, keikutsertaan IIDC Ponorogo dalam Wastra Praba Asmaranala ini dilakukan secara mandiri, termasuk pembiayaan bahan dan perjalanan. Namun, tidak menyurutkan semangat untuk terus berkarya. “Biaya satu gaun untuk bahan saja bisa dua juta lebih, belum ongkos jahit", pingkasnya.

Berita terkait

Mengais Rejeki  Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mengais Rejeki Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mimika-Spektroom : Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, para pedagang musiman atribut Merah Putih mulai bermunculan dan membuka lapak di pinggir jalan utama di berbagai kota untuk menawarkan bendera, umbul-umbul serta berbagai perhiasan lainnya. Gunawan salah satunya, pedagang pernak pernik hari kemerdekaan juga bendera Merah Putih,

Anthonius Teniwut, Julianto
Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Palangka Raya-Spektroom : Di balik proses perizinan yang semakin cepat dan mudah, terbuka harapan baru bagi tumbuhnya investasi, lahirnya lapangan kerja, dan bergeraknya roda perekonomian daerah. Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam membenahi pelayanan publik kini membuahkan pengakuan di tingkat nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Nomor

Polin, Julianto
Pramono Optimistis Transaksi Jakarta Sneaker Day 2026 Lampaui Rp30 Miliar, UMKM Ikut Terdongkrak

Pramono Optimistis Transaksi Jakarta Sneaker Day 2026 Lampaui Rp30 Miliar, UMKM Ikut Terdongkrak

Jakarta-Spektroom : Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, optimis nilai transaksi Jakarta Sneaker Day (JSD) Blok M Festival 2026 mampu melampaui capaian tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp30 miliar. Optimisme tersebut didorong tingginya antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Blok M pada hari pertama penyelenggaraan. "Tahun lalu ketika diadakan di JCC, nilai

Irvan Idris Saleh, Julianto
ссс