Karolin Sindir Lomba PKK Kebanyakan Vlog dan Medsos: Ibu-Ibu Jadi Sibuk Bikin Konten
Landak-Spektroom : Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyoroti tren perlombaan dalam ajang Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang belakangan dinilai terlalu banyak bergantung pada media sosial dan pembuatan konten digital.
Menurut Karolin, berbagai kategori lomba yang mewajibkan peserta membuat video, vlog, hingga publikasi di media sosial berisiko mengaburkan tujuan utama gerakan PKK sebagai wadah pemberdayaan perempuan dan keluarga.
“Sekarang ini agak banyak yang melibatkan video, internet, media sosial dan sebagainya. Malah menurut saya terlalu banyak. Kita juga agak kebingungan, ibu-ibu pasti kerepotan mengurusi media sosial,” kata Karolin saat melepas Kontingen TP PKK Kabupaten Landak menuju HKG PKK ke-54 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (25/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan di hadapan 38 kader PKK yang akan mewakili Kabupaten Landak dalam berbagai cabang lomba tingkat provinsi.
Karolin bahkan menyebut penggunaan media sosial dalam kegiatan PKK sudah terkesan berlebihan.
Ia mengingatkan agar transformasi digital tidak membuat organisasi yang lahir dari semangat pemberdayaan masyarakat tersebut kehilangan arah.
“Memang agak bablas kalau menurut saya,” ujarnya.
Meski demikian, Karolin tidak menolak pemanfaatan teknologi. Ia mengakui media sosial dapat menjadi sarana edukasi dan penyuluhan yang efektif untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Namun, ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan PKK tidak boleh hanya ditentukan oleh kemampuan membuat konten yang menarik.
“Pada hakikatnya PKK itu adalah bagaimana kita memberdayakan perempuan. Tidak harus selalu melalui media sosial,” tegasnya.
Sorotan Karolin muncul di tengah tren digitalisasi berbagai program pemerintah dan organisasi kemasyarakatan yang kini semakin mengandalkan publikasi berbasis video dan media sosial sebagai indikator penilaian.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Landak Asniwati Erani mengungkapkan bahwa timnya harus berpacu dengan waktu untuk memenuhi berbagai persyaratan lomba dari panitia provinsi.
Menurut Asniwati, sejumlah instruksi terkait pembuatan video dan materi digital dari kelompok kerja PKK diterima dalam waktu yang sangat singkat.
“Kami diberi acuan dari provinsi dan kesannya mendadak. Jadi harus buru-buru menyampaikan semua kegiatan yang harus bikin video dan sebagainya dari Pokja 1, 2, 3, dan 4,” ungkapnya.
Karena tenggat waktu yang ketat, seluruh materi bahkan harus segera dikirim ke panitia sebelum sempat dilakukan audiensi dengan Bupati Landak.
Meski demikian, Asniwati memastikan seluruh persiapan telah rampung.
Sebanyak 38 peserta siap mengikuti rangkaian HKG PKK ke-54 yang berlangsung pada 27–29 Juli 2026 di Kabupaten Kubu Raya.
Kontingen Landak akan berlaga pada sejumlah kategori, mulai dari Lomba Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK), lomba vlog, hingga menampilkan Tari Jonggan dalam malam ramah tamah.
Di tengah derasnya tuntutan digitalisasi, pesan Karolin menjadi pengingat bahwa teknologi seharusnya menjadi alat pendukung, bukan menggeser esensi utama PKK sebagai gerakan pemberdayaan perempuan dan keluarga di masyarakat.