Kartini di SPBU: Kebaya, Semangat, dan Profesionalisme di Tengah Mesin Berderu
Palangka Raya-Spektroom : Nuansa berbeda terasa di SPBU Jalan Yos Sudarso Induk. Di tengah antrean kendaraan, para operator perempuan tampil anggun berkebaya, membaurkan tradisi dengan ritme kerja cepat. Bukan sekadar seremonial, ini cara sederhana tapi kuat untuk menghidupkan kembali semangat Kartini di ruang publik yang tak biasa.
Aktivitas pengisian bahan bakar tetap berjalan padat. Namun, balutan kebaya memberi warna tersendiri. Para pengendara yang datang tak hanya mengisi tangki, tapi juga disuguhi pemandangan yang tak lazim pelayanan cekatan dengan sentuhan budaya.
Pengawas SPBU Yos Sudarso, Martina Teresia Juwita, Selasa, (21/04/2026) menegaskan bahwa inovasi semacam ini bukan hal baru. Setiap momen penting, pihaknya sengaja menghadirkan konsep berbeda agar pelayanan terasa lebih hidup dan berkesan.
Ia menilai, penggunaan kebaya bukan sekadar estetika. Ada pesan yang ingin disampaikan, perempuan punya ruang yang sama untuk berkarya, termasuk di sektor yang selama ini dianggap maskulin.
“Perempuan itu tidak terbatas. Mau di kantor, lapangan, atau SPBU semua bisa dijalani selama ada kemauan dan profesionalisme,” tegas Martina.
Ide berkebaya di SPBU yang terbaru beroperasi di Palangka Raya ini mungkin sederhana, tapi pesannya jelas: emansipasi bukan soal seremoni tahunan. Ia hidup dalam kerja nyata, keberanian mengambil peran, dan konsistensi membuktikan diri hari ini, besok, dan seterusnya. (Polin-Usep/ndik)