Karya Guru MAN Palangka Raya Raih Juara 2, Bekali Murid Hadapi Risiko Transaksi Digital
Palangka Raya-Spektroom : Kemudahan transaksi digital membuat masyarakat semakin praktis dalam berbelanja dan melakukan pembayaran. Namun, di balik kemudahan itu, ada risiko penipuan yang mengintai, terutama bagi pengguna yang belum memahami cara melindungi diri.
Persoalan inilah yang menjadi perhatian Hj. Ria Rafika, S.Pd., Gr., guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Palangka Raya. Melalui inovasi bahan ajar tentang pelindungan konsumen, ia berhasil meraih Juara 2 Lomba Pembuatan Bahan Ajar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Prestasi tersebut diumumkan pada Jumat (30/10/2026), dalam ajang yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Dinas Pendidikan, sebagai bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK).
Ria mengembangkan karya berjudul Kumpulan Modul Ajar GEBER PK (Bab 1–5) yang dirancang untuk murid jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat. Materi disusun secara sistematis dan kontekstual agar mudah dipahami serta relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu pesan utama yang diangkat dalam modul tersebut adalah "Kalau Ragu, Stop Dulu". Slogan ini mengajak murid agar tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menghadapi transaksi keuangan digital, khususnya saat menerima tawaran mencurigakan, tautan tidak dikenal, atau permintaan data pribadi.
Melalui pendekatan pembelajaran yang kreatif dan interaktif, materi pelindungan konsumen tidak hanya disampaikan sebagai pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk kebiasaan berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari.
Karya tersebut dinilai berdasarkan sejumlah aspek, antara lain kedalaman substansi materi, kesesuaian dengan Profil Pelajar Pancasila, kreativitas penyampaian, orientasi perubahan perilaku positif, pemanfaatan permainan edukatif dan media digital, serta kualitas visual dan teknis penyusunan.
Kepala MAN Kota Palangka Raya, Murjani, menyampaikan kebanggaan dan apresiasi atas prestasi yang diraih Ria Rafika. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti kompetensi dan dedikasi guru dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang memberikan manfaat lebih luas.
"Terus berkarya, menginspirasi, untuk pendidikan yang lebih baik," ungkapnya.
Murjani berharap kumpulan modul GEBER PK Bab 1 hingga 5 tersebut tidak hanya menjadi dokumen pembelajaran, tetapi benar-benar diterapkan sehingga memberikan dampak bagi murid dan lingkungan masyarakat.
Dengan bekal literasi keuangan dan digital yang lebih baik, para pelajar diharapkan mampu mengenali risiko transaksi, bersikap kritis terhadap informasi, serta melindungi diri dari berbagai modus kejahatan digital.
Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa ruang kelas dapat menjadi tempat menumbuhkan kesadaran penting bagi kehidupan masyarakat, termasuk membangun generasi muda yang cerdas dan tidak mudah tertipu di tengah perkembangan teknologi. (Polin-Khalid)