Kasdim 1425/Jeneponto hadiri Apel Siaga,Wujudkan Kolaborasi Kuat dalam Penguatan Data Stunting

Kasdim 1425/Jeneponto hadiri Apel Siaga,Wujudkan Kolaborasi Kuat dalam Penguatan Data Stunting
Kas Dim 1425/Jeneponto, bubuhkan tanda tangan sebagai dukungan data validi stunting. (Pen Dim 1425/Jeneponto)

Jeneponto-Spektroom : Kasdim 1425/Jeneponto Mayor Inf Ramli Hamanja menghadiri Apel Siaga Validasi dan Pengukuran Ulang Serentak Data Balita KRS dan Stunting yang digelar di Halaman Kantor Bupati Jeneponto, Senin (15/6/2026).

Kehadiran Mayor Inf. Ramli Hamanja dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan dukungan aktif Kodim 1425/Jeneponto terhadap penguatan data lapangan sebagai salah satu instrumen penting dalam percepatan penanganan stunting.

Dipimpin langsung oleh Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, apel siaga tersebut diikuti unsur Forkopimda, pimpinan OPD, Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari seluruh kecamatan.

Kegiatan berlangsung dengan semangat kolaborasi guna menyamakan langkah dalam memperoleh data yang lebih akurat dan terkini.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan itu adalah penandatanganan komitmen bersama Gerakan Data Presisi untuk Percepatan Penurunan Stunting.

Kasdim 1425/Jeneponto Mayor Inf Ramli Hamanja turut membubuhkan tanda tangannya bersama para pemangku kepentingan lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menghadirkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dikonfirmasi usai kegiatan, Mayor Inf Ramli Hamanja menegaskan bahwa komitmen yang dibangun hari ini bukan sekadar simbolis, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan keterlibatan seluruh elemen di lapangan.

“Data yang valid adalah titik awal dari setiap solusi. Ketika data yang digunakan benar, maka langkah yang diambil juga akan lebih tepat dalam menjawab persoalan yang ada di masyarakat,” tegas Kasdim.

Mayor Inf Ramli Hamanja mengatakan, Kodim 1425/Jeneponto melalui jajaran Babinsa siap mendukung setiap program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk dalam mendukung pendataan dan pendampingan masyarakat yang berkaitan dengan upaya pencegahan stunting.

“Babinsa berada di tengah masyarakat setiap hari. Keberadaan mereka dapat menjadi bagian dari kekuatan bersama dalam membantu pemerintah memperoleh gambaran kondisi riil di wilayah, sehingga setiap program dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Menurut Mayor Inf Ramli, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari ketepatan sasaran program tersebut.

Karena itu, validasi dan pengukuran ulang menjadi langkah yang sangat penting untuk memastikan tidak ada data yang keliru atau terlewatkan.

“Generasi yang sehat lahir dari kepedulian bersama. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari ikhtiar besar untuk mempersiapkan masa depan anak-anak Jeneponto agar tumbuh lebih sehat, kuat, dan mampu bersaing di masa mendatang,” pungkasnya.

Berita terkait

Anak Anak Panti Asuhan Di Solo, Khawatir Tidak Diterima Di Sekolah Negri Melalui Jalur Afirmasi Pada SPMB 2026

Anak Anak Panti Asuhan Di Solo, Khawatir Tidak Diterima Di Sekolah Negri Melalui Jalur Afirmasi Pada SPMB 2026

Solo - Spektroom : Sejumlah pengelola panti asuhan di Kota Surakarta mengeluhkan kendala administrasi dalam mendaftarkan anak asuh nya melalui jalur afirmasi SPMB 2026. Keluhan ini mencuat seiring adanya persyaratan kepemilikan Kartu Keluarga (KK) Kota Surakarta serta teknis pendaftaran yang dinilai membingungkan. Salah satunya yang dirasakan Panti Asuhan Rumah Berkah dimana

Murni Handayani