Kasus Asusila Kembali Menggemparkan Masyarakat Ketapang

Kasus Asusila Kembali Menggemparkan Masyarakat Ketapang
Gambar ilustrasi.

Spektroom – Kasus Asusila kembali menggemparkan masyarakat Ketapang. Seorang pria berinisial DA (27), warga Kecamatan Air Upas, tega melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap adik iparnya sendiri yang masih berusia di bawah umur.

Peristiwa itu terjadi di kawasan tepian hutan Kecamatan Air Upas pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025, sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian ini terungkap setelah korban memberanikan diri bercerita kepada ibunya.

Dengan kondisi penuh trauma, korban mengaku digagahi dan diancam akan dibunuh oleh pelaku jika berani melawan.

Kapolsek Marau IPTU Martin Nababan, mewakili Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, menjelaskan kronologinya dalam keterangan resmi, Sabtu (13/9/2025) pagi.

“Korban menceritakan bahwa dirinya telah dicabuli dan diancam akan dibunuh oleh pelaku.

Mendengar pengakuan tersebut, ibu korban langsung melaporkan kejadian ini ke Polsubsektor Air Upas pada Rabu malam, 10 September 2025,” terang IPTU Martin.

Mendapat laporan itu, polisi bergerak cepat. Tim gabungan dari Polsubsektor Air Upas bersama Polsek Marau langsung menuju rumah pelaku. DA berhasil diamankan tanpa perlawanan. Saat diperiksa, ia tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya.

Kepada petugas, pelaku beralasan dirinya nekat berbuat karena tertarik pada korban. Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya pakaian yang dikenakan korban saat kejadian serta sebilah pisau yang dipakai DA untuk mengancam korban. Kini, semua barang bukti bersama pelaku telah dibawa ke Polres Ketapang untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, DA dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) dan/atau Pasal 82 junto Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya tidak main-main, yakni pidana penjara maksimal 15 tahun.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di daerah. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama jika melihat adanya indikasi kekerasan atau pelecehan.

Korban anak-anak biasanya takut untuk bercerita, sehingga peran keluarga sangat penting dalam memberikan dukungan dan perlindungan. Kini korban tengah mendapatkan pendampingan, sementara pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.

Berita terkait

Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana Tegaskan Tiga Pilar Pendidikan Unggul di Hardiknas 2026

Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana Tegaskan Tiga Pilar Pendidikan Unggul di Hardiknas 2026

Malang-Spektroom : Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan berkualitas saat memimpin Apel Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, yang digelar di halaman Rektorat kampus, Sabtu (1/5/2026). Apel berlangsung khidmat dengan seluruh peserta mengenakan pakaian adat daerah, mencerminkan semangat kebhinekaan

Buang Supeno
Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Jakarta – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa penguatan organisasi bukan hanya penataan jabatan, tetapi bagian dari upaya membangun statecraft, yakni keterampilan dalam mengelola kebijakan negara dan memastikan setiap program berjalan efektif serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Dody Hanggodo saat melantik tujuh pejabat tinggi

Nurana Diah Dhayanti
Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Jambi - Spektroom: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, menggelegar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 bertema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", berlangsung di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Jambi, Sabtu (2/5/2026). Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih dilanjutkan dengan pembacaan teks

Anggoro AP
Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Solo - Spektroom : Merefleksi hari Pendidikan Nasional 2 Mei, bidang pendidikan meski dinilai arahnya mulai tertata dengan perangkat dan regulasi yang semakin pasti, tetapi masih dihadapkan pada catatan kritis dalam pengelolaan manajemen mutu. Diminta tanggapan kondisi pendidikan di Indonesia merefleksi hari pendidikan Pengamat pendidikan dari Universitas Muhamadiyah Surakarta UMS Prof.

Murni Handayani