Trending

Kebakaran Lahan Marak di Ambon, Pemkot Minta Warga Stop Pembakaran

Kebakaran Lahan Marak di Ambon, Pemkot Minta Warga Stop Pembakaran
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena. (Foto: Eva. M/Spektroom)

Ambon-Spektroom : Kebakaran lahan dan hutan kembali marak di Kota Ambon dalam dua pekan terakhir. Pemerintah Kota Ambon menduga sebagian kebakaran dipicu aktivitas warga membuka lahan kebun baru dengan cara membakar, di tengah kondisi kemarau yang membuat api mudah meluas. Pemkot Ambon meminta warga menghentikan sementara pembukaan lahan dengan metode pembakaran. Imbauan itu dinilai penting karena api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar ke area lain dan sulit dikendalikan. Dampak kebakaran juga mulai dirasakan melalui asap yang mencemari udara. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, termasuk memicu infeksi saluran pernapasan. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Ambon telah membagikan masker kepada masyarakat dua hari lalu. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak. “Jangan lagi membakar sampah, membakar lahan yang berakibat fatal bagi meluasnya kebakaran,” tegas Pemerintah Kota Ambon. Selain ancaman asap, kemarau turut menekan ketersediaan air bersih. Debit air disebut semakin menurun sehingga masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak. Pemkot juga mulai mendorong koordinasi terkait kemungkinan pemberian sanksi terhadap warga yang kedapatan membakar lahan. Pemerintah Kecamatan Nusaniwe diminta membuat laporan resmi untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Ambon dan instansi kehutanan yang memiliki kewenangan. Di tengah meningkatnya kejadian kebakaran, armada pemadam kebakaran tetap disiagakan. Petugas Damkar bahkan disebut hampir setiap hari melakukan penyiraman di lokasi kebakaran. Pemerintah menilai upaya pemadaman tidak akan cukup tanpa kesadaran masyarakat. Pencegahan menjadi kunci agar kebakaran lahan tidak berubah menjadi bencana yang mengancam kesehatan, lingkungan, dan ketersediaan air warga. (EM)

Berita terkait

Gubernur Bobby Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin, Minta Jaringan Narkotika di Sumut Diputus

Gubernur Bobby Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin, Minta Jaringan Narkotika di Sumut Diputus

Medan - Spektroom : Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi keberhasilan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama instansi terkait mengungkap dugaan penyelundupan narkotika jenis ketamin seberat sekitar 1,16 ton di perairan Selat Malaka. Pengungkapan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memutus jaringan dan mempersempit ruang gerak peredaran narkotika, khususnya yang masuk

Hartati Rangkuti
Beras Sumut Surplus 27.633 Ton, Kawasan Pertanian Unggulan Terus Digenjot

Beras Sumut Surplus 27.633 Ton, Kawasan Pertanian Unggulan Terus Digenjot

Medan - Spektroom : Neraca kondisi beras Sumatera Utara pada Oktober 2026 mencatat surplus sebesar 27.633 ton. Capaian tersebut sejalan dengan pengembangan kawasan pertanian unggulan yang terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Fariz Haholongan Hutagalung menyampaikan

Hartati Rangkuti
Kemenkop Luncurkan Koperasi Perumahan Rakyat di Cianjur

Kemenkop Luncurkan Koperasi Perumahan Rakyat di Cianjur

Cianjur - Spektroom : Kementerian Koperasi (Kemenkop) secara resmi meluncurkan Koperasi Perumahan Rakyat di Kabupaten Cianjur, sebagai langkah strategis memperluas akses kepemilikan hunian layak dan terjangkau, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sekaligus mendukung Program Strategis Nasional (PSN) pembangunan 3 juta rumah. Peluncuran ini diresmikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya

Nurana Diah Dhayanti