Kebakaran Lahan Marak di Ambon, Pemkot Minta Warga Stop Pembakaran
Ambon-Spektroom : Kebakaran lahan dan hutan kembali marak di Kota Ambon dalam dua pekan terakhir. Pemerintah Kota Ambon menduga sebagian kebakaran dipicu aktivitas warga membuka lahan kebun baru dengan cara membakar, di tengah kondisi kemarau yang membuat api mudah meluas. Pemkot Ambon meminta warga menghentikan sementara pembukaan lahan dengan metode pembakaran. Imbauan itu dinilai penting karena api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar ke area lain dan sulit dikendalikan. Dampak kebakaran juga mulai dirasakan melalui asap yang mencemari udara. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, termasuk memicu infeksi saluran pernapasan. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Ambon telah membagikan masker kepada masyarakat dua hari lalu. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak. “Jangan lagi membakar sampah, membakar lahan yang berakibat fatal bagi meluasnya kebakaran,” tegas Pemerintah Kota Ambon. Selain ancaman asap, kemarau turut menekan ketersediaan air bersih. Debit air disebut semakin menurun sehingga masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak. Pemkot juga mulai mendorong koordinasi terkait kemungkinan pemberian sanksi terhadap warga yang kedapatan membakar lahan. Pemerintah Kecamatan Nusaniwe diminta membuat laporan resmi untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Ambon dan instansi kehutanan yang memiliki kewenangan. Di tengah meningkatnya kejadian kebakaran, armada pemadam kebakaran tetap disiagakan. Petugas Damkar bahkan disebut hampir setiap hari melakukan penyiraman di lokasi kebakaran. Pemerintah menilai upaya pemadaman tidak akan cukup tanpa kesadaran masyarakat. Pencegahan menjadi kunci agar kebakaran lahan tidak berubah menjadi bencana yang mengancam kesehatan, lingkungan, dan ketersediaan air warga. (EM)