Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat, Angka Penyaluran Santunan Naik

Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat, Angka Penyaluran Santunan Naik
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja, Teguh Afrianto saat menjenguk korban kecelakaan bus ALS di Terminal Bukik Surungan, Kota Padang Panjang (Foto : Dok Jasa Raharja Sumbar)

Spektroom - PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) menyalurkan santunan sebanyak Rp36,4 miliar untuk korban kecelakaan lalu lintas selama semester satu 2025. Rinciannya untuk korban meninggal dunia sebesar Rp14,9 miliar, korban luka-luka sebesar Rp21,5 miliar.

Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumbar, Teguh Afrianto, mengatakan, santunan yang disalurkan pada semester satu 2025 mengalami kenaikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Bagi korban meninggal dunia terjadi peningkatan lebih kurang Rp1,7 Miliar atau 12,87 persen. Santunan korban luka-luka meningkat Rp4 Miliar atau 23,02 persen.

“Meningkatnya jumlah santunan korban kecelakaan lalu lintas bukan hanya jumlah korban meningkat. Namun juga dipicu tingkat fatalitas dan cedera yang dialami korban sehingga berpengaruh terhadap besaran biaya rawatan di rumah sakit,” ucap Teguh.

Teguh menjelaskan, dalam upaya percepatan pemberian jaminan kepada korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja telah bekerjasama dengan 55 rumah sakit di seluruh wilayah Provinsi Sumbar. Dengan demikian, korban kecelakaaan lalu lintas yang di rawat di rumah sakit segera mendapatkan kepastian jaminan.

Selain itu, sebagai bentuk dalam mendukung inklusi keuangan, Jasa Raharja juga bekerjasama dengan perbankan dengan menerapkan penyerahan santunan dilakukan secara cashless atau nontunai. Hal itu juga memastikan bahwa santunan yang disalurkan utuh dan tidak ada pemotongan/biaya. (RRE/Dods)

Berita terkait

Empat Sabo Dam Dipercepat Pembangunannya  di Sungai Aek Tukka Tapanuli Tengah

Empat Sabo Dam Dipercepat Pembangunannya di Sungai Aek Tukka Tapanuli Tengah

Tapanuli Tengah - Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pembangunan empat sabo dam prioritas di Sungai Aek Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, sebagai langkah strategis pengendalian banjir dan material sedimen guna melindungi permukiman masyarakat dari risiko luapan material saat hujan deras. Percepatan pekerjaan telah dimulai melalui penyelidikan tanah dan pengeboran (soil investigation)

Nurana Diah Dhayanti