Kegiatan SLCN dan SLG Sukses Digelar di Halmahera Barat

Kegiatan SLCN dan SLG Sukses Digelar di Halmahera Barat
Kegiatan SLCN dan SLG di Halmahera Barat yang dilaksanakan BMKG (Foto:BMKG Malut)

Jailolo-Spektroom : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate bersama Stasiun Geofisika Kelas III Ternate menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) dan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) secara terintegrasi di Aula kantor Bupati Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, Selasa (28/7/2026).

LKegiatan ini dihadiri Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, S.Sos., MComn&MediaSt, Plh. Deputi bidang Meteorologi BMKG, Dr. Andri Ramdhani, M.Si, Staf Ahli Gubernur Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Provinsi Maluku Utara, Dr. Ir. Fachruddin Tukuboya, Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Barat, Drs. Julius Marau, M.Si dan jajaran kepala UPT BMKG se-Maluku Utara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Halmahera Barat.

Kegiatan Sekolah Lapang ini dibuka Anggota Komisi V DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, menegaskan komitmen dukungan terhadap penguatan sarana dan prasarana BMKG di daerah, termasuk sistem peringatan dini di wilayah-wilayah rawan bencana.

Kegiatan ini merupakan bentuk edukasi langsung kepada masyarakat Halmahera Barat mengenai pemanfaatan informasi cuaca maritim serta langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.
"Kegiatan ini juga dapat memperkuat dan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah sekaligus membangun pemahaman informasi maritim BMKG dan sikap tanggap bencana bagi masyarakat serta sekolah yang berada di wilayah potensi gempabumi dan tsunami," ujar Irine.

Dipilihnya Kabupaten Halmahera Barat tidak lepas dari kondisi kerentanan wilayahnya. Kabupaten ini merupakan salah satu wilayah pesisir di Maluku Utara yang rentan terhadap bahaya hidrometeorologi berupa cuaca ekstrem di laut, sekaligus berada di kawasan rawan gempabumi dan tsunami.

Laut Maluku yang berbatasan langsung dengan wilayah ini, selain menyimpan kekayaan laut yang menjadi sumber penghidupan para nelayan, juga merupakan salah satu zona tektonik paling aktif di Indonesia karena adanya subduksi Halmahera dan subduksi Sangihe.

Dinamika cuaca di Laut Maluku juga cukup dinamis yang dipengaruhi oleh suhu muka air laut dan kecepatan angin. Kondisi ini menempatkan nelayan dan warga pesisir pada risiko tinggi, baik dari sisi keselamatan pelayaran maupun ancaman bencana gempa bumi dan tsunami.

Dalam kegiatan Sekolah Lapang ini diberikan materi meliputi Pemaparan potensi kegempaan di wilayah Halmahera Barat, sistem dan produk peringatan Gempa bumi BMKG, serta kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi.
Selain itu juga Sesi simulasi dalam ruang (Table Top Exercise – TTX) yang mensimulasikan terjadinya gempa bumi di wilayah Halmahera Barat, kemudian direspon oleh peserta.
Pemaparan materi meliputi upaya memahami cuaca dan informasi meteorologi maritim BMKG;
Pertolongan pertama dan pertolongan di permukaan air oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate;
Diskusi interaktif serta pembagian media informasi dan alat peraga edukasi kepada peserta.

Melalui kegiatan ini, BMKG berupaya mendekatkan layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika langsung kepada masyarakat, sekaligus membangun budaya sadar bencana (disaster awareness) di tingkat akar rumput.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 peserta yang terdiri atas perwakilan dari BPBD, TNI, Polisi, Dinsos, Diskominfo, Sekolah, Media, perwakilan masyarakat Desa Bobanehana Kecamatan Jailolo, dan kelompok nelayan di wilayah pesisir Halmahera Barat.

BMKG berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir Halmahera Barat, sekaligus menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di wilayah-wilayah pesisir lain di Maluku Utara yang memiliki kerentanan serupa.

Berita terkait

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp136 juta kepada kelompok masyarakat rentan di Kota Sawahlunto. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Kamis (30/7/26) dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sawahlunto Rovanly Abdams, mewakili Wali Kota Sawahlunto. Program ATENSI

Riswan Idris, Rafles