Keikutsertaan NTB dalam MTQ Nasional Bukti Keseriusan Pemerintah Daerah Membina, Mengembangkan Generasi Qur’ani

Keikutsertaan NTB dalam MTQ Nasional Bukti Keseriusan Pemerintah Daerah Membina, Mengembangkan Generasi Qur’ani
Gubernur NTB M Iqbal saat melepas Kafilah Provinsi NTB yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Tahun 2026.(foto Kominpotik ntb)

Mataram-Spektroom : Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal berpesan kepada seluruh peserta meluruskan niat dalam mengikuti MTQ Nasional. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan semata-mata untuk mengejar juara, bonus, maupun penghargaan, tetapi yang paling utama adalah menjalankan misi syiar dan mengangkat kalimat Allah SWT.

“InsyaAllah, saya minta kepada ananda sekalian untuk meluruskan niat. Niat kita bukan untuk mencari bonus, penghargaan, atau juara. Niat kita adalah syiar, untuk mengangkat kalimat Allah,” pesan Gubernur saat melepas Kafilah Provinsi NTB yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026)

Gubernur mengatakan, apabila nantinya meraih juara, hal tersebut hendaknya dipandang sebagai bonus sekaligus bentuk apresiasi atas perjuangan dan latihan yang telah dijalani.

“Kalau nanti ada yang juara, itu bonus, bentuk apresiasi dari perjuangan dan latihan. Niatkan untuk syiar dan belajar. Kalian akan bertemu dengan qari, qariah, hafiz dan hafizah dalam Festival Al-Qur’an terbesar. Ini niatnya syiar dan belajar,” ujarnya.

Kepada seluruh kafilah, terutama qari dan qariah senior, memberikan penampilan terbaik sekaligus menjaga kehormatan Provinsi NTB.“Lakukan yang terbaik. Jaga kehormatan NTB. Kita ingin menunjukkan bahwa kajian dan pengembangan Al-Qur’an masih hidup di NTB,” tegasnya.

Keikutsertaan NTB dalam seluruh cabang dan golongan MTQ Nasional menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan generasi Qur’ani.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kajian dan pengembangan Al-Qur’an masih hidup di NTB. Kita angkat kembali kenangan lama tahun 70-an, ketika orang melihat NTB dan merasa gentar kalau datang,” katanya.

Gubernur juga mengapresiasi proses pembinaan yang telah dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB bersama tim pelatih. Pemusatan latihan telah dilaksanakan selama lebih dari satu bulan, baik secara tatap muka maupun daring, dan diikuti seluruh peserta.

Menurutnya, proses pembinaan tersebut perlu terus ditingkatkan pada masa mendatang. Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemprov NTB tetap berkomitmen memberikan ruang bagi generasi Qur’ani NTB untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia/Training Center Kafilah NTB untuk MTQ Nasional Abdul Aziz Fahmi menjelaskan, Provinsi NTB akan mengikuti seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan dalam MTQ Nasional 2026, yakni 8 cabang dan 24 golongan.

Kafilah NTB terdiri dari 56 peserta, dua pendamping peserta disabilitas netra, 10 pelatih, dan 12 official, sehingga total rombongan NTB mencapai 80 orang. Selain mengirimkan peserta, NTB juga mendapat kepercayaan dengan ditetapkannya tiga orang asal NTB sebagai Dewan Hakim MTQ Nasional oleh Kementerian Agama.

Berita terkait

KAI Daop 5 Kenalkan Dunia Perkeretaapian kepada Mahasiswa Baru Telkom University Purwokerto

KAI Daop 5 Kenalkan Dunia Perkeretaapian kepada Mahasiswa Baru Telkom University Purwokerto

Purwokerto-Spektroom : PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto ikut meramaikan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Telkom University Purwokerto 2026, Rabu (9/9/2026). Kehadiran KAI dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendekatkan dunia perkeretaapian dengan generasi muda. Selain memperkenalkan profil perusahaan, KAI juga membuka wawasan

Bian Pamungkas
Perubahan APBD Sumbar 2026 Berbasis Data, Fokus Percepatan Pemulihan Pascabencana

Perubahan APBD Sumbar 2026 Berbasis Data, Fokus Percepatan Pemulihan Pascabencana

Padang-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dilakukan berdasarkan kondisi riil dan perkembangan penerimaan daerah hingga semester I 2026. Penyesuaian beberapa target dilakukan untuk menjaga kesinambungan fiskal dan mempercepat pemulihan pascabencana. Hal itu disampaikannya saat memberikan jawaban pemerintah atas pandangan umum delapan

Rafles