Kejurprov Tenis Meja Sumbar Jadi Ajang Pembinaan Atlet, PTMSI Siapkan Kalender Kejuaraan Hingga Porprov 2026
Payakumbuh–Spektroom : Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Turnamen Tenis Meja se-Sumatera Barat 2026 resmi digelar di Hall SMKN 2 Payakumbuh pada 10–12 Juli 2026. Mengusung tema "Berlatih Membentuk Kemampuan, Sportivitas Membentuk Karakter, Pertandingan Melahirkan Juara Sejati", kejuaraan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus wadah menjaring bibit-bibit atlet potensial dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Pembukaan Kejurprov dihadiri Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sumbar Gustami Hidayat, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, anggota DPRD Sumbar Irsyad Syafar, Ketua KONI Kota Payakumbuh Khairul Mufti, Tim Humas KONI Sumbar Agusmanto, serta pengurus PTMSI dan perwakilan daerah peserta.
Ketua Pelaksana M. Yasir Arafat mengatakan Kejurprov tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi hasil pembinaan atlet di daerah.
"Melalui kejuaraan ini kita sudah bisa melihat hasil pembinaan yang dilakukan daerah, terutama untuk persiapan menghadapi berbagai agenda pertandingan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)," kata Yasir, Jum'at (10/7/2026).
Kejurprov mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari kelompok usia hingga kategori veteran dan eksekutif. Nomor pemula putra diikuti 22 atlet, pemula putri 11 atlet, tunggal umum putra 40 atlet, tunggal umum putri 27 atlet, ganda U-90 sebanyak 34 pasangan, ganda U-70 diikuti 10 pasangan putri, serta kategori eksekutif yang diikuti 20 peserta dari kalangan pejabat eselon II ke atas.
Ketua Pengprov PTMSI Sumbar Gustami Hidayat mengatakan kejuaraan seperti ini menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan prestasi atlet tenis meja di Sumatera Barat. Menurutnya, pada 2026 PTMSI Sumbar berhasil menggelar dua kali Kejurprov berkat dukungan dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.
Ia berharap pada 2027 penyelenggaraan Kejurprov semakin meluas dengan rencana pelaksanaan di Kota Pariaman, Dharmasraya, Kabupaten Solok, dan Pesisir Selatan. Upaya tersebut, katanya, telah mulai dibangun melalui komunikasi dengan sejumlah anggota DPRD agar pembinaan atlet dapat berlangsung lebih merata di berbagai daerah.
"Kita ingin semakin banyak sarana bagi atlet untuk meningkatkan prestasi. Pengurus tenis meja di daerah juga harus proaktif sehingga pembinaan tidak hanya bergantung pada tingkat provinsi," ujarnya.
Selain pembinaan atlet, PTMSI Sumbar juga akan memperluas pembudayaan olahraga tenis meja. Dalam waktu dekat, PTMSI Sumbar berencana menggelar kejuaraan tenis meja antar kepala sekolah dan guru se-Sumatera Barat.
Menurut Gustami, tenis meja tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Ia menyebut olahraga tersebut telah direkomendasikan oleh sejumlah rumah sakit di berbagai negara sebagai salah satu aktivitas yang membantu menjaga fungsi kognitif dan menjadi bagian dari upaya pencegahan penurunan daya ingat, termasuk Alzheimer.
Menghadapi kalender kompetisi, PTMSI Sumbar kini fokus mempersiapkan atlet menuju Kejuaraan Nasional di Lampung pada September 2026. Pada pelaksanaan sebelumnya, atlet Sumbar berhasil mempersembahkan satu medali emas dan dua medali perak.
Selanjutnya, PTMSI juga mulai mempersiapkan atlet menghadapi Porprov Sumbar yang akan digelar pada Oktober 2026 dengan cabang olahraga tenis meja dipusatkan di Kota Padang.
Gustami menegaskan seluruh kabupaten dan kota harus mengutamakan atlet asli Sumatera Barat saat mengikuti Porprov.
"Kita ingin Porprov menjadi ajang pembinaan atlet daerah. Jangan hanya mengejar medali dengan menggunakan atlet dari luar Sumbar, karena itu tidak memberikan kebanggaan dan manfaat bagi pembinaan olahraga kita," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menegaskan pentingnya sinergi antara KONI Sumbar dan seluruh pengurus cabang olahraga untuk meningkatkan prestasi atlet.
Menurutnya, setiap cabang olahraga memiliki karakteristik, kebutuhan, dan venue yang berbeda sehingga memerlukan perhatian yang disesuaikan. Bahkan, masih terdapat cabang olahraga yang belum memiliki venue meski telah ditetapkan sebagai bagian dari Porprov.
"KONI Sumbar harus terus memperkuat kerja sama dengan seluruh pengurus provinsi cabang olahraga. Kita akan berupaya menyiapkan sarana terbaik sesuai regulasi yang berlaku agar pembinaan berjalan optimal," katanya.
Hamdanus juga menyampaikan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur telah dimulai sejak Januari 2026. Saat ini KONI Sumbar membina 154 atlet yang mendapatkan uang pembinaan dengan besaran mulai Rp1,5 juta, Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan olahraga di Sumatera Barat dapat terus bergandengan tangan membangun prestasi sehingga semakin banyak atlet daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (RRE/Agoes)